Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prajurit TNI Diduga Cabuli Bocah SD di Konawe Selatan, Kabur Saat Diperiksa

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T06:24:20Z

Prajurit TNI Diduga Cabuli Bocah SD di Konawe Selatan, Kabur Saat Diperiksa



AK47, Kendari - Anggota TNI berinisial Sertu MB diduga melakukan pencabulan terhadap bocah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Terduga pelaku kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah kabur saat menjalani pemeriksaan di Kodim 1417/Kendari.


Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Arm Danny A.P. Girsang mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan keluarga korban terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Menindaklanjuti laporan itu, pihak Kodim langsung mengamankan Sertu MB untuk menjalani pemeriksaan awal.


"Oknum ini diduga melaksanakan pelecehan seksual kepada anak di bawah umur. Oleh karena itu, berdasarkan laporan yang kita terima, kita melaksanakan pemeriksaan awal," kata Danny kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).


Namun di tengah proses pemeriksaan, Sertu MB justru melarikan diri dari lokasi. Pihak Kodim kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Denpom dan pimpinan TNI sebagai bagian dari langkah administratif dan penegakan hukum internal.


"Pada saat proses pemeriksaan itu yang bersangkutan meninggalkan tempat, melarikan diri," ujarnya.


Danny mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan laporan Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI) terhadap Sertu MB. Selain itu, Kodim juga meminta bantuan Denpom untuk melakukan pencarian dengan menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO).


"Kita juga sudah meminta bantuan kepada Denpom untuk melaksanakan pencarian dengan mengeluarkan surat daftar pencarian orang. Sampai saat ini kita terus melaksanakan pencarian itu," katanya.


Mengaku Ada Kedekatan
Dugaan pencabulan tersebut diketahui terjadi di rumah pelaku pada Selasa, 14 April 2026. Setelah dilaporkan keluarga korban, Sertu MB diamankan sehari kemudian sebelum akhirnya kabur saat masih menjalani pemeriksaan di Kodim 1417/Kendari.


"Sejauh ini dari hasil pemeriksaan kami (sebelum Sertu MB kabur), dia mengaku memegang korban, karena ada kedekatan," jelasny.


Danny menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang terlibat pelanggaran hukum, terutama kasus yang menyangkut anak di bawah umur. Ia memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.


"Kita juga berkomitmen seperti apa yang disampaikan pimpinan untuk tidak ada toleransi. Kita tetap melaksanakan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas peristiwa yang melibatkan anggotanya tersebut. Menurutnya, penanganan kasus akan dilakukan secara terbuka sesuai hasil pemeriksaan penyidik.


"Kita pada intinya memohon maaf atas kejadian yang dilaksanakan oleh oknum ini," ungkap Danny.


Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku kecewa setelah mengetahui terduga pelaku berhasil melarikan diri. Tante korban berinisial VN mengatakan keluarga sempat merasa tenang saat pelaku diamankan aparat.


"Sempat tenang keluarga karena pelaku diamankan, tapi infonya dia kabur," ujar VN.


Sumber; Liputan6


#Pencabulan #TNI #Kriminal #Headline

×
Berita Terbaru Update