-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Murid SD Tewas Tertimpa Patung Saat Kunjungan Wisata ke Museum

Kamis, 14 Mei 2026 | Mei 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-14T11:39:17Z

Murid SD Tewas Tertimpa Patung Saat Kunjungan Wisata ke Museum




AK47, SEMARANG — Suasana wisata edukasi yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan berubah menjadi tragedi memilukan di Museum Ronggowarsito Semarang. Seorang murid sekolah dasar berinisial AF (7), warga Bergas Lor, Kabupaten Semarang, meninggal dunia setelah tertimpa patung di area halaman belakang museum, Senin (11/5/2026).


Korban sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka dalam serius yang dideritanya. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa pagi (12/5/2026).


Kepala Museum Ronggowarsito Semarang, Agung Nugroho membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, kejadian terjadi ketika rombongan siswa SD Bergas Lor melakukan kunjungan wisata edukasi ke museum.


“Benar ada kejadian siswa meninggal dunia tertimpa patung. Kejadian Senin kemarin saat mengikuti tour wisata ke museum,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).


Bermula Saat Bermain di Halaman Belakang Museum


Peristiwa nahas itu terjadi sesaat sebelum rombongan siswa kembali menuju bus. AF diketahui bermain di area taman belakang museum, tepat di sekitar sebuah patung petani berwarna hitam yang dijadikan hiasan taman.


Diduga karena digunakan untuk bermain dan bergelantungan, patung tersebut tiba-tiba roboh bersamaan dengan tubuh korban.


“Anak itu naik-naik di sana, memanjat dan bergelantungan. Tiba-tiba dia jatuh bersama patungnya dan patung itu menimpa tubuh korban,” jelas Agung.


Benturan keras membuat bocah tersebut mengalami luka di bagian wajah dan tubuh. Sejumlah pegawai museum yang melihat kejadian langsung berlari memberikan pertolongan.


Korban kemudian dievakuasi secara manual oleh pegawai museum. Saat itu, AF disebut masih dalam keadaan sadar bahkan sempat diajak berbicara.


“Korban masih sadar dan bisa diajak komunikasi,” katanya.


Kondisi Korban Memburuk di Rumah Sakit


Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, korban dibawa ke RS Columbia Asia Semarang untuk mendapatkan penanganan medis. Awalnya, luka yang terlihat hanya lecet di bagian pelipis dan wajah akibat tertimpa patung.


Namun kondisi korban perlahan memburuk.


Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, Suprapto mengatakan korban sempat mengeluhkan sesak napas tidak lama setelah kejadian.


“Korban masih sempat merangkak keluar dari patung yang terjatuh. Korban mengalami luka lecet di muka, namun kemudian mengeluh sesak napas,” ungkapnya.


Hasil pemeriksaan medis dan foto rontgen menunjukkan adanya pendarahan serius di bagian hati korban. AF pun harus menjalani operasi pada Senin malam.


Sayangnya, setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa jam, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.


“Hasil rontgen terjadi pendarahan di hati. Sekira pukul 07.50 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” tambah Suprapto.


Patung Diduga Sudah Lama Keropos


Pascainsiden maut tersebut, pihak Museum Ronggowarsito langsung melakukan evaluasi terhadap seluruh patung dan ornamen yang berada di area museum, terutama di taman belakang tempat kejadian berlangsung.


Agung mengakui bahwa patung yang roboh itu merupakan patung lama yang sudah bertahun-tahun dipasang di lokasi dan belum pernah mendapatkan perawatan ataupun perbaikan serius.


Menurutnya, kondisi material patung diduga sudah keropos sehingga tidak mampu menahan beban saat digunakan korban untuk bergelantungan.


“Untuk patung taman di belakang memang belum pernah diperbaiki. Sudah cukup lama dipasang di sana dan kemungkinan sudah keropos,” akunya.


Meski demikian, pihak museum mengaku belum dapat memastikan secara detail penyebab utama patung tersebut roboh.


“Hanya mungkin karena digelantungi jadi tidak seimbang. Posisi persisnya kami belum tahu,” lanjutnya.


Sebagai langkah antisipasi, sejumlah patung yang dinilai rawan roboh kini telah dipindahkan. Museum juga mulai memeriksa ulang kelayakan berbagai aset patung berukuran besar yang ada di area museum.


“Kami evaluasi semua kondisi patung dan aset museum agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.


Duka Mendalam dan Sorotan Soal Keamanan Wisata Edukasi


Kematian AF menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sekolah, maupun pihak museum. Insiden ini juga memunculkan sorotan publik terkait standar keamanan fasilitas wisata edukasi, terutama yang banyak dikunjungi anak-anak.


Museum sebagai ruang publik dinilai perlu memastikan setiap fasilitas aman, termasuk ornamen taman dan benda pajangan di area terbuka yang rentan disentuh atau dimainkan pengunjung anak-anak.


Peristiwa tragis tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti robohnya patung yang merenggut nyawa bocah 7 tahun itu.


(AK)


#Peristiwa #Headline

×
Berita Terbaru Update