
7 Remaja Putri di Metro Digerebek Saat Pesta Miras, 3 Ngaku Jalin Hubungan Sesama Jenis
AK47, METRO — Skandal pergaulan bebas di kalangan pelajar kembali mencuat. Sebuah rumah kos di Jalan Al Muttaqin, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, digerebek aparat saat dijadikan lokasi pesta minuman keras oleh tujuh remaja putri yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA, Kamis (16/4/2026) sore.
Penggerebekan yang dipimpin Satpol PP Kota Metro ini bermula dari laporan warga yang sudah lama mencurigai aktivitas di dalam kos tersebut. Kecurigaan memuncak setelah beredarnya rekaman video di grup warga yang menunjukkan dugaan pesta tak wajar.
Saat petugas masuk, pemandangan di dalam kamar kos langsung menguatkan laporan itu. Tujuh remaja putri ditemukan tengah mengonsumsi minuman beralkohol. Sejumlah botol miras berserakan—11 botol di antaranya sudah kosong.
“Ini jelas sudah meresahkan. Mereka masih pelajar, tapi terlibat pesta miras,” tegas Kepala Bidang Penegak Perda Satpol PP Kota Metro, Yoseph Nenotaek, Senin (20/4).
Fakta yang Lebih Menghebohkan Terungkap
Namun, penggerebekan ini tidak berhenti pada pesta miras. Dalam proses pendataan, muncul pengakuan yang membuat situasi makin memanas. Tiga dari tujuh remaja tersebut mengaku menjalin hubungan sesama jenis.
Pengakuan ini langsung menjadi perhatian serius petugas, mengingat usia mereka yang masih di bawah umur serta kondisi lingkungan yang dinilai sudah mengarah pada perilaku berisiko.
“Ada tiga yang mengaku menjalin hubungan sesama jenis. Ini tentu menjadi perhatian khusus,” ungkap Yoseph.
Lingkungan Resah, Pengawasan Dipertanyakan
Warga sekitar mengaku sudah lama merasa terganggu dengan aktivitas di kos tersebut. Lalu lalang penghuni yang tidak jelas, ditambah suasana mencurigakan di jam-jam tertentu, membuat keresahan memuncak.
Ketua RW 02, Agus Prestyo, menegaskan bahwa laporan warga bukan tanpa dasar.
“Informasi yang masuk lengkap, bahkan ada bukti video. Ini bukan kejadian tiba-tiba,” katanya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap rumah kos yang dinilai menjadi celah munculnya aktivitas menyimpang.
Diamankan dan Dibina, Orang Tua Dipanggil
Ketujuh remaja tersebut langsung diamankan ke aula Kelurahan Mulyojati. Mereka didata dan diberikan pembinaan, sementara orang tua masing-masing dipanggil untuk bertanggung jawab dan menjemput anak-anak mereka.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak orang tua, sekolah, hingga lingkungan. Pergaulan bebas, akses mudah terhadap miras, serta lemahnya kontrol dinilai menjadi kombinasi berbahaya yang mendorong remaja melampaui batas.
Alarm Bahaya untuk Generasi Muda
Peristiwa ini bukan sekadar penggerebekan biasa, tetapi sinyal darurat bagi pengawasan generasi muda. Tanpa kontrol yang kuat, ruang-ruang seperti kos-kosan berpotensi menjadi tempat lahirnya berbagai pelanggaran yang melibatkan anak di bawah umur.
Pemerintah daerah didesak tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi juga memperketat pengawasan peredaran miras dan pendataan penghuni kos, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
(AK)
#LGBT #Peristiwa