Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

EKSEKUSI DI SIANG BOLONG! Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Motif Tekuak Akibat Dendam Lama Kembali Meledak

Senin, 20 April 2026 | April 20, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T07:56:10Z

Ilustrasi 



AK47, Maluku Tenggara — Siang itu seharusnya menjadi momen biasa di Bandara Karel Sadsuitubun Airport. Namun dalam hitungan detik, lokasi publik itu berubah menjadi arena pembunuhan.


Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, dihabisi secara brutal sesaat setelah menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.


Tanpa banyak kata. Tanpa peringatan. Pelaku langsung menyerang dengan pisau seolah sudah menunggu momen itu.


Polisi memastikan, ini bukan aksi spontan. Ini adalah dendam lama yang dipelihara, dirawat, dan akhirnya dituntaskan dengan darah.


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengungkap fakta mencengangkan: pelaku menyimpan kemarahan sejak 2020.


“Motifnya balas dendam,” tegasnya.


Dua pelaku HR (28) dan FU (36) meyakini korban sebagai dalang di balik kematian saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang tewas di Bekasi beberapa tahun lalu. Keyakinan itu berubah menjadi obsesi dan pada akhirnya, menjadi aksi pembunuhan terbuka di depan umum.


Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun luka yang diderita terlalu parah. Nyawanya tidak terselamatkan.


Yang lebih mengejutkan, pelarian pelaku tak berlangsung lama.

Kurang dari dua jam setelah kejadian, aparat Satreskrim Polres Maluku Tenggara berhasil membekuk keduanya. Kini, polisi masih mendalami apakah ada aktor lain di balik serangan ini.


Di sisi lain, reaksi keras datang dari internal Partai Golkar. Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar A. Lessy, menyebut aksi ini sebagai bentuk kekerasan yang tidak hanya keji, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas daerah.


“Ini bukan sekadar kejahatan. Ini ancaman nyata terhadap ketertiban masyarakat,” tegasnya.


Golkar mendesak pengusutan tuntas tanpa celah. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Tidak boleh ada yang lolos.


Di tengah situasi panas, masyarakat diminta tidak terpancing. Namun satu hal tak bisa dibantah.

Ketika dendam dibiarkan hidup, ia tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu waktu… untuk meledak.


(AK)


#Peristiwa #Headline #Penikaman #NusKei #Hukum

×
Berita Terbaru Update