
SPAM Taban 3: Jurus Strategis Pemko Padang Bangkitkan Layanan Air Bersih Pascabencana
AK47, PADANG — Di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada November 2025 lalu, Pemerintah Kota Padang menunjukkan langkah progresif dan terukur. Melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban 3 berkapasitas 200 liter per detik, Pemko tidak hanya melakukan recovery, tetapi juga membangun fondasi baru layanan air bersih yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Kegiatan percepatan proyek strategis ini berlangsung pada Senin (27/4/2026), menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa SPAM Taban 3 merupakan bagian dari lompatan besar dalam penanganan pascabencana, bukan sekadar proyek rutin.
“Bencana kemarin menguji kesiapan kita. Tapi dari situ kita belajar, bahwa pemulihan tidak boleh setengah-setengah. SPAM Taban 3 ini adalah bentuk keseriusan kami menghadirkan layanan air bersih yang lebih kuat, lebih stabil, dan siap menghadapi risiko ke depan,” tegasnya.
Menurutnya, kapasitas 200 liter per detik bukan hanya angka teknis, melainkan representasi dari komitmen menghadirkan keadilan akses air bersih bagi masyarakat. Ia menyebut, proyek ini dirancang dengan pendekatan jangka panjang, mempertimbangkan pertumbuhan kota sekaligus ancaman perubahan iklim.
“Kita ingin masyarakat tidak lagi dihantui persoalan air bersih setiap kali terjadi bencana. Infrastruktur ini kita desain agar tahan uji baik dalam kondisi normal maupun darurat,” tambah Fadly dengan lugas.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa proyek ini lahir dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air pascabencana.
“Setelah bencana, kami tidak hanya memperbaiki yang rusak, tapi juga merancang sistem yang lebih adaptif. SPAM Taban 3 ini adalah jawaban atas kebutuhan itu menambah kapasitas sekaligus memperkuat keandalan distribusi,” jelas Adhie kepada Aksara 47.com.
Ia menambahkan, sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami tekanan air rendah hingga gangguan distribusi akan menjadi prioritas penerima manfaat dari proyek ini.
“Target kami jelas: air mengalir lebih stabil, kualitas tetap terjaga, dan jangkauan layanan semakin luas. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar proyek teknis, SPAM Taban 3 menjadi simbol transformasi cara pandang Pemko Padang dalam menghadapi bencana. Dari pendekatan reaktif menuju strategi adaptif dan antisipatif.
Dengan pembangunan yang terus dipacu, SPAM Taban 3 diharapkan segera memberikan dampak nyata mengalirkan bukan hanya air bersih, tetapi juga rasa aman dan kepastian bagi masyarakat Kota Padang.
Di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata, langkah ini menjadi bukti bahwa Kota Padang tidak tinggal diam melainkan bergerak cepat, berpikir cerdas, dan bertindak tepat.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Daerah #Padang