Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polisi Muda Tewas Diduga Dikeroyok Senior, Aroma Brutalitas Mengguncang Polda Kepri

Selasa, 14 April 2026 | April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T07:14:01Z

Suasana di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau, usai seorang polisi muda ditemukan tewas di barak Polda Kepri. 



AK47, Kepri - Tragedi memalukan dan mengguncang kembali mencoreng wajah institusi kepolisian. Seorang polisi muda, Natanael Simanungkalit, tewas secara tragis di dalam barak Polda Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026) dini hari. Kematian yang seharusnya mustahil terjadi di lingkungan aparat penegak hukum ini justru diduga dipicu oleh aksi brutal seniornya sendiri.


Di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri, suasana mencekam terasa sejak pagi. Tangis keluarga pecah, amarah membuncah, sementara aparat berjaga ketat seolah ada sesuatu yang lebih besar sedang ditutupi.


Korban, seorang Bripda muda lulusan 2025, baru seumur jagung mengabdi. Namun hidupnya diduga berakhir bukan karena tugas negara, melainkan karena kekerasan di tubuh institusinya sendiri.


Dari Lapangan Bola ke Aksi Brutal


Informasi yang beredar mengarah pada kronologi yang mencengangkan. Sebuah pertandingan sepak bola antara junior dan senior diduga menjadi pemicu. Namun bukan sportivitas yang lahir, melainkan dendam dan arogansi.


Senior yang kalah disebut tersulut emosi dan melampiaskannya dengan kekerasan.


Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekitar tujuh orang senior. Tubuhnya ditemukan dengan luka lebam di berbagai bagian, terutama di punggung jejak yang sulit dibantah sebagai tanda kekerasan.


Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran disiplin. Ini adalah dugaan penganiayaan brutal yang berujung kematian.


Keluarga Menggugat: Jangan Lindungi Pelaku!


Pihak keluarga menolak bungkam. Melalui kuasa hukum, mereka secara terang-terangan mencurigai adanya upaya menutup-nutupi kasus ini.


“Ini tidak boleh ditutup. Harus dibuka seterang-terangnya,” tegas Sudirman.


Keluarga bahkan mengaku diperlakukan tidak transparan sejak awal. Datang sejak subuh, mereka justru dipaksa menunggu tanpa kejelasan, seakan informasi penting sengaja ditahan.


Kemarahan keluarga bukan tanpa alasan. Mereka kehilangan anak, saudara, harapan dan kini harus berhadapan dengan ketidakpastian.


Institusi Dipertaruhkan, Publik Menuntut Jawaban


Kematian Natanael kini bukan lagi sekadar kasus internal. Ini menjadi ujian besar bagi kredibilitas kepolisian.


Apakah hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu?
Atau justru berhenti di tengah jalan demi melindungi “orang dalam”?


Publik menunggu keberanian aparat untuk membersihkan institusinya sendiri. Karena jika benar seorang polisi bisa tewas dikeroyok di dalam barak, maka pertanyaannya sederhana namun mengerikan:

Siapa lagi yang aman?


(AK)


#Kekerasan #Peristiwa #Penganiayaan #Polri #Headline

×
Berita Terbaru Update