![]() |
| LAUT MENELAN HARAPAN: PENCARIAN DUA BOCAH DI ULAK KARANG DIHENTIKAN, HASIL MASIH NIHIL |
AK47, PADANG — Laut kembali menunjukkan wajah tak terduganya. Setelah hampir sepekan berpacu dengan waktu dan harapan, operasi pencarian dua bocah yang hanyut di Pantai Ulak Karang, Kota Padang, akhirnya resmi dihentikan pada Jumat (24/4). Hasilnya pahit: nihil.
Keputusan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah titik di mana logika, prosedur, dan perasaan bertemu dalam satu kesimpulan yang berat. Berdasarkan SOP serta kesepakatan antara keluarga korban, tim SAR gabungan, dan perangkat kelurahan, operasi dinilai tak lagi efektif untuk dilanjutkan.
“Operasi SAR dihentikan. Namun jika ada tanda-tanda baru, operasi akan dibuka kembali,” ujar Jodi, Humas SAR Kelas A Padang, dengan nada tegas namun tak menyembunyikan beban situasi.
Di hari terakhir, sejak pukul 07.30 WIB, upaya pencarian dilakukan secara total. Enam SRU (Search and Rescue Unit) dikerahkan, menyisir laut hingga radius ±20 mil laut—membelah sektor A, B, C, dan D dengan perhitungan matang. Sementara itu, dua tim lainnya menyusuri garis pantai sejauh ±3 kilometer ke arah utara dan selatan.
Semua dilakukan. Semua dikerahkan.
Mulai dari perahu karet (LCR), kendaraan rescue, peralatan selam, hingga drone thermal yang menyapu dari udara. Puluhan personel lintas instansi turut ambil bagian—TNI, Polri, BPBD, Damkar, PMI, relawan, hingga masyarakat. Laut disisir, darat ditelusuri, udara dipantau.
Namun hingga pukul 18.00 WIB, tak satu pun petunjuk ditemukan.
Kendala terbesar ada pada luasnya area pencarian yang memaksa tim bekerja ekstra membagi sektor dan tenaga. Meski cuaca terlihat bersahabat dengan angin 3–7 knot, arus laut tetap menyimpan ancaman yang tak kasat mata.
Tragedi ini bermula pada Sabtu (18/4) pagi. Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), dua bocah asal Gunung Pangilun, tengah menikmati waktu bermain di laut bersama teman-temannya. Sekitar pukul 12.00 WIB, suasana berubah drastis—arus laut tiba-tiba menyeret keduanya.
Teriakan, kepanikan, dan upaya penyelamatan spontan dari warga tak mampu mengalahkan kuatnya arus.
Sejak saat itu, harapan keluarga bergantung pada setiap gelombang yang datang dan pergi.
Kini, pencarian dihentikan. Tapi bagi keluarga, ini bukan akhir. Ini adalah awal dari penantian yang lebih sunyi—menunggu keajaiban di tengah luasnya samudra.
Laut mungkin telah menyimpan jawabannya. Namun bagi mereka yang ditinggalkan, harapan belum sepenuhnya tenggelam.
(AK)
#Peristiwa #Headline #Nasional #KeracunanMBG #MBG
