Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Aktivis ke Kursi Kabinet: Jalan Berliku Jumhur Hidayat di Era Prabowo Subianto

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T04:46:29Z

Dari Aktivis ke Kursi Kabinet: Jalan Berliku Jumhur Hidayat di Era Prabowo Subianto



AK47, JAKARTA Perjalanan politik Jumhur Hidayat kembali menjadi sorotan nasional setelah dirinya resmi dipercaya menjabat sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan ini tidak hanya menandai babak baru dalam kariernya, tetapi juga mencerminkan dinamika politik Indonesia yang penuh warna dan ruang rekonsiliasi.


Dikenal sebagai aktivis vokal di bidang ketenagakerjaan, Jumhur telah lama menjadi figur yang konsisten menyuarakan kepentingan buruh dan masyarakat kecil. Ia pernah menduduki posisi strategis sebagai Kepala BNP2TKI (kini BP2MI), yang memperkuat kiprahnya dalam isu perlindungan tenaga kerja Indonesia di dalam dan luar negeri.


Namun, perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Jumhur sempat tersandung kasus hukum terkait penyampaian pendapat di muka umum. Penahanannya kala itu memicu perdebatan luas mengenai batas kebebasan berekspresi di ruang publik, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu simbol resistensi terhadap kebijakan pemerintah.


Meski demikian, setelah melalui proses hukum, Jumhur kembali aktif di ruang publik. Ia tetap lantang menyuarakan isu ketenagakerjaan, ekonomi kerakyatan, serta perlindungan sosial. Konsistensinya inilah yang dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkannya kembali ke lingkar kekuasaan kali ini sebagai bagian dari kabinet.


Penunjukan Jumhur terjadi dalam momentum penting, yakni setelah Prabowo Subianto resmi membentuk kabinet pemerintahan periode terbaru. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi konsolidasi politik sekaligus upaya merangkul berbagai elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh yang sebelumnya berada di luar pemerintahan.


Perspektif Baru di Kabinet


Masuknya Jumhur Hidayat diharapkan membawa warna baru dalam perumusan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat. Latar belakangnya sebagai aktivis dinilai dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan kelompok masyarakat akar rumput.


Pengamat politik melihat langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto mengedepankan pendekatan inklusif, membuka ruang bagi figur dengan latar belakang berbeda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.


Simbol Dinamika Demokrasi


Kisah perjalanan Jumhur Hidayat dari aktivis kritis, sempat tersandung kasus hukum, hingga dipercaya menjadi pejabat negara menjadi potret nyata kompleksitas demokrasi Indonesia. Di dalamnya, terdapat dinamika perbedaan pandangan, proses hukum, hingga rekonsiliasi politik yang terus berkembang.


Kini, publik menaruh harapan besar pada kiprah barunya di kabinet. Mampukah ia membawa perubahan nyata bagi pekerja dan masyarakat kecil? Waktu yang akan menjawab, seiring langkah pemerintah baru dalam mengarungi tantangan ke depan.


(AK)


#Nasional #Headline

×
Berita Terbaru Update