Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TIMUR TENGAH MELEDAK! Iran Tutup Total Diplomasi, AS-Israel Dituding Luncurkan Perang Penggulingan Rezim

Senin, 02 Maret 2026 | Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T11:47:32Z

Iran Luncurkan Roket Serang Pangkalan Militer Milik Amerika Serikat dan Israel 



AK47, Iran - Timur Tengah resmi memasuki babak paling berbahaya. Iran tak lagi berbicara soal negosiasi Teheran kini bicara soal perlawanan total.


Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara gamblang menyatakan pintu dialog dengan Amerika Serikat telah dikunci rapat. Tidak ada mediator. Tidak ada jalur belakang. Tidak ada kompromi.


Ia bahkan menuding Presiden AS Donald Trump sengaja “mendorong kawasan ke jurang kehancuran” demi kepentingan politik yang disebutnya sebagai agenda “Israel First”. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa konflik bukan lagi soal diplomasi yang gagal melainkan deklarasi konfrontasi terbuka.


Darah di Sekolah, Dunia Terdiam

Operasi gabungan Israel bertajuk Operation Lion’s Roar dan serangan AS yang dinamai Epic Fury disebut menghantam infrastruktur strategis Iran. Namun yang tersisa di lapangan bukan hanya puing instalasi militer melainkan tubuh-tubuh tak bernyawa warga sipil.


Lebih dari 201 orang dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Serangan paling mengguncang terjadi di Minab, Provinsi Hormozgan, ketika sebuah sekolah dasar putri dihantam. Sedikitnya 148 korban jiwa dilaporkan dalam tragedi tersebut.


Gambar tim penyelamat yang menggali reruntuhan dengan tangan kosong menjadi simbol betapa konflik ini telah melampaui batas militer dan masuk ke wilayah kemanusiaan yang paling kelam.


Hormuz Ditutup, Dunia Ikut Terseret


Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz urat nadi energi global. Langkah ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah pukulan strategis yang dapat mengguncang ekonomi dunia dalam hitungan hari.


Lebih jauh, rudal Iran dilaporkan diarahkan ke kapal induk Amerika, USS Abraham Lincoln, sebuah pesan keras bahwa Teheran siap menantang kekuatan militer terbesar dunia secara langsung.


Jika eskalasi ini terus meningkat, kawasan Teluk Persia berpotensi berubah menjadi zona perang terbuka dengan konsekuensi global.


Target Sebenarnya: Ganti Rezim?


Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai operasi ini bukan sekadar menekan program nuklir Iran. Ia melihat pola yang mengarah pada upaya sistematis untuk menjatuhkan pemerintahan di Teheran.


“Iran punya jaringan politik dan militer yang luas di kawasan. Jika ini perang untuk mengganti rezim, maka ini tidak akan selesai dalam hitungan minggu atau bulan,” tegasnya.


Kini tongkat komando sementara berada di tangan Dewan Kepemimpinan yang dipimpin Ayatollah Alireza Arafi. Dunia menahan napas menunggu langkah berikutnya apakah Iran akan memperluas serangan ke sekutu-sekutu AS di kawasan, atau memilih konsolidasi internal untuk perang jangka panjang.


Satu hal jelas: ini bukan lagi konflik terbatas. Ini adalah pertarungan terbuka yang bisa mengubah peta kekuatan global dan dampaknya tak akan berhenti di Timur Tengah.


(AK)


#Internasional #Iran

×
Berita Terbaru Update