Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Siswi SMP Diperkosa Lalu Dibacok Kakak Kelas, Ayah dan Kakek Pelaku Ikut Buang Jasad ke Sungai

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T08:52:43Z

Orangtua korban perkosaan dan pembunuhan



AK47, SIKKA – Sebuah tragedi kejahatan yang sangat keji mengguncang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswi SMP berusia 14 tahun berinisial STN, ditemukan tewas secara tragis setelah diperkosa dan dibunuh oleh kakak kelasnya sendiri. Yang membuat kasus ini semakin mengerikan, pelaku utama justru dibantu oleh ayah dan kakeknya untuk menyembunyikan jasad korban dan menghilangkan jejak kejahatan.


Peristiwa ini terjadi pada 23 Februari 2026 dan langsung memicu kemarahan publik setelah fakta-fakta kasus tersebut terungkap.


Polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni FRG (16) sebagai pelaku utama, SG (44) yang merupakan ayah pelaku, serta VS (57) yang merupakan kakek pelaku.


Wakapolres Sikka, Kompol Marselus Yugo Amboro, mengungkapkan bahwa hasil penyidikan menunjukkan keterlibatan keluarga pelaku dalam upaya menutupi kejahatan tersebut.


“VS berperan memindahkan jenazah korban dari lokasi awal ke kali dan menyembunyikan alat bukti. Sedangkan SG berperan memerintahkan pelaku dan VS untuk menghilangkan barang bukti serta memindahkan jenazah korban,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).


Ketiga tersangka kini telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Sikka.


Niat Ambil Gitar Berujung Petaka


Kejadian tragis itu bermula ketika STN mendatangi rumah kakak kelasnya, FRG, untuk mengambil gitar miliknya yang sebelumnya dipinjam oleh pelaku.


Saat itu rumah pelaku dalam keadaan sepi. Seluruh anggota keluarga FRG sedang menghadiri acara adat di kampung tetangga.


Korban yang datang tanpa curiga sempat berbincang dengan pelaku. Keduanya bahkan sempat makan durian bersama di rumah tersebut.


Namun suasana yang awalnya biasa saja berubah menjadi mimpi buruk bagi korban.


Saat korban hendak pamit pulang, pelaku tiba-tiba menunjukkan niat jahatnya.


FRG diduga memaksa korban untuk melayani nafsunya. Korban yang terkejut dan ketakutan langsung menolak keras.


Namun kondisi rumah yang jauh dari permukiman membuat korban tidak memiliki kesempatan untuk meminta pertolongan.


Pelaku kemudian memperkosa korban secara paksa, meskipun korban terus melakukan perlawanan.


Dibunuh Karena Takut Dilaporkan


Setelah melakukan perbuatan keji tersebut, pelaku sempat meminta korban agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun.


Namun korban yang mengalami trauma dan kesakitan berusaha menghubungi keluarganya menggunakan telepon genggam untuk meminta dijemput.


Tindakan itu membuat pelaku panik.


FRG takut perbuatannya terbongkar. Ia kemudian berusaha merebut handphone korban agar korban tidak dapat melapor kepada keluarganya.


Korban tetap mempertahankan ponselnya.


Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku akhirnya mengambil parang dan secara brutal membacok korban hingga tewas.


“Keduanya hanya sebatas teman satu sekolah. Pelaku mengira korban akan melapor kepada keluarganya sehingga ia nekat melakukan pembacokan,” kata Marselus.


Jasad Ditutup Daun Talas


Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku sempat kebingungan.


Ia kemudian menyeret tubuh korban dan menyembunyikannya di belakang dapur rumah.


Untuk menutupi kejahatan tersebut, jasad korban ditutup menggunakan daun talas dan kain bekas agar tidak terlihat.


Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 21.00 WITA, keluarga pelaku pulang dari acara adat.


Saat itulah FRG menceritakan seluruh perbuatannya kepada orang tuanya.


Namun alih-alih melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib, keluarga pelaku justru memilih menutupi kejahatan tersebut.


Jasad Dimasukkan Karung dan Dibuang


Menurut penyidikan polisi, ayah pelaku, SG, diduga menjadi pihak yang mengatur langkah untuk menghilangkan jejak kejahatan.


Ia memerintahkan FRG dan kakeknya, VS, untuk memindahkan jasad korban dari rumah.


Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa dan dibuang ke sungai mati agar tidak mudah ditemukan.


Setelah itu, SG juga menyuruh anaknya melarikan diri ke Kabupaten Ende untuk menghindari penangkapan.


“Setelah meminta jenazah dibuang, SG juga menyuruh FRG melarikan diri ke Kabupaten Ende,” ujar Marselus.


Penemuan Jasad Memicu Kemarahan Publik


Beberapa waktu kemudian warga menemukan jasad korban dalam kondisi mengenaskan dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.


Kasus ini langsung menghebohkan masyarakat.


Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil menangkap FRG di Kabupaten Ende dan SG di wilayah Nebe, Kabupaten Sikka.


Namun pada awalnya polisi hanya menetapkan FRG sebagai tersangka tunggal.


Sementara SG hanya berstatus saksi. Bahkan ia sempat melarikan diri saat dibawa polisi untuk dirawat di RSUD TC Hillers Maumere karena sakit.


Keputusan tersebut memicu kemarahan keluarga korban dan masyarakat luas yang menilai penanganan kasus tidak transparan.


Mahasiswa Turun ke Jalan


Tekanan publik terus meningkat.


Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menggelar aksi demonstrasi di Polres Sikka selama dua hari berturut-turut.


Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak polisi mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.


Aksi itu akhirnya membuahkan hasil.


Polisi kemudian menetapkan dua tersangka tambahan, yakni ayah pelaku SG dan kakek pelaku VS, yang diduga kuat membantu menyembunyikan kejahatan.


Ancaman Hukuman


FRG sebagai pelaku utama dijerat dengan pasal pembunuhan dan pemerkosaan yang ancaman hukumannya sangat berat.


Sementara itu SG dan VS dijerat dengan Pasal 278 ayat (1) huruf c dan/atau huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait perbuatan menyembunyikan kejahatan dan menghilangkan barang bukti.


Keduanya terancam hukuman penjara maksimal enam tahun.


Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan mengguncang masyarakat Sikka. Banyak pihak berharap proses hukum berjalan tegas dan transparan agar keadilan benar-benar ditegakkan bagi siswi muda yang kehilangan nyawanya secara tragis tersebut.


(AK)


#Kriminal #Perkosaan 

×
Berita Terbaru Update