Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sidang Isbat Lebaran 2026 Digelar 19 Maret, Ini Prediksi Penetapan 1 Syawal 1447 H

Jumat, 13 Maret 2026 | Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T09:26:00Z




AK47, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang penentuan Hari Raya Idul Fitri atau Sidang Isbat untuk menetapkan awal Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang tersebut menjadi momentum penting bagi umat Islam di Indonesia untuk mengetahui secara resmi kapan jatuhnya 1 Syawal 1447 H.


Sidang Isbat rencananya berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Forum ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan awal bulan Syawal yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan dan dimulainya perayaan Idul Fitri.


Mekanisme Sidang Isbat Penentuan Lebaran


Pelaksanaan Sidang Isbat tahun ini mengacu pada regulasi terbaru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat. Dalam aturan tersebut dijelaskan secara rinci mengenai metodologi penentuan awal bulan Hijriah melalui integrasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung hilal).


Sidang Isbat juga menjadi forum musyawarah yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pakar astronomi, lembaga riset, hingga organisasi kemasyarakatan Islam. Beberapa lembaga yang turut dilibatkan antara lain:


  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Planetarium dan observatorium
  • Perwakilan organisasi Islam di Indonesia
  • Instansi terkait lainnya


Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa keputusan Sidang Isbat akan didasarkan pada kombinasi data hisab dan hasil rukyatul hilal yang dilaporkan dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.


“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujarnya.


Tahapan Sidang Isbat


Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 H akan melalui beberapa tahapan penting, yaitu:

  1. Seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi terkait posisi bulan.
  2. Verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.
  3. Sidang tertutup penentuan awal Syawal oleh para ulama dan pakar.
  4. Pengumuman resmi hasil sidang oleh Menteri Agama.


Pengumuman keputusan akhir akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.


Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026


Sementara itu, organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Syawal melalui metode hisab. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.


Keputusan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini digunakan oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.


Potensi Perbedaan Penetapan Lebaran


Meski Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Lebaran, pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar pada 19 Maret 2026.


Pemerintah menggunakan kriteria visibilitas hilal yang disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam kriteria tersebut, hilal dinyatakan memungkinkan terlihat apabila memenuhi dua syarat utama:


  • Ketinggian hilal minimal 3 derajat
  • Elongasi atau jarak sudut bulan dengan matahari minimal 6,4 derajat


Direktur Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa secara perhitungan astronomi ketinggian hilal diprediksi sudah memenuhi syarat.


Namun demikian, dari sisi elongasi masih berada di bawah batas minimal kriteria MABIMS sehingga kemungkinan besar hilal belum dapat terlihat.


“Kalau kriteria imkan rukyat versi MABIMS itu elongasinya minimal 6,4 derajat. Jadi kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS, memang masih belum memungkinkan untuk bisa dilihat,” jelasnya.


Lebaran Berpotensi Jatuh 21 Maret 2026


Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah berpotensi menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026 apabila hilal tidak terlihat pada 29 Ramadan.


Jika hal ini terjadi, maka ada kemungkinan perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah. Muhammadiyah akan merayakan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara pemerintah berpotensi menetapkannya pada Sabtu, 21 Maret 2026.


Meski demikian, kepastian tanggal Hari Raya Idul Fitri tetap menunggu keputusan resmi yang diumumkan setelah Sidang Isbat digelar pada 19 Maret 2026.


Sidang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesatuan umat dalam penentuan awal bulan Hijriah, sekaligus memastikan proses penetapan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


(AK)


#IdulFitri #Nasional #SidangIsbat #Headline

×
Berita Terbaru Update