Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

“Saya Bunuh Dia Duluan!” – Trump Ledakkan Dunia dengan Pengakuan Brutal Soal Khamenei

Senin, 02 Maret 2026 | Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T22:18:46Z

Donald Trump 



AK47, Amerika Serikat - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengguncang panggung politik global dengan pernyataan paling frontal sejak pecahnya perang terbuka AS–Israel melawan Iran. Dua hari setelah operasi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Trump secara gamblang menyebut pembunuhan itu sebagai langkah mendahului ancaman terhadap dirinya.


“Saya membunuhnya sebelum dia membunuh saya. Mereka mencoba dua kali. Saya habisi duluan,” ujar Trump dalam percakapan telepon dengan Kepala Koresponden ABC News, Jonathan Karl.


Tak ada bahasa diplomatik. Tak ada pembungkus retorika. Hanya satu pesan: ini personal.


Motif Pribadi di Balik Operasi Militer?


Trump mengaitkan keputusannya dengan laporan intelijen AS yang menyebut adanya rencana Iran pada 2024 untuk membunuhnya. Ia menyiratkan bahwa kematian Khamenei bukan semata keputusan strategis negara, melainkan respons langsung atas ancaman terhadap nyawanya.


Bagi sebagian pihak, ini adalah doktrin “serang duluan sebelum diserang.”
Bagi yang lain, ini pengakuan paling gamblang bahwa perang telah berubah menjadi duel pribadi dua pemimpin.


“Semua Kandidat Sudah Mati”


Saat ditanya siapa yang akan menggantikan Khamenei, Trump justru mengeluarkan pernyataan yang lebih menggetarkan.


Menurut Jonathan Karl, Trump mengatakan serangan itu begitu sukses hingga “menyingkirkan sebagian besar kandidat.”
“Bukan siapa pun yang kita pikirkan, karena mereka semua sudah mati,” kutip Karl.


Jika pernyataan ini akurat, maka operasi tersebut bukan hanya menargetkan satu figur, tetapi berpotensi menghapus lingkaran elite suksesi Iran sekaligus — langkah yang bisa menyeret kawasan ke dalam kekacauan berkepanjangan.


“Ini Perang”


Ketika disinggung soal tiga korban jiwa dari pihak Amerika, Trump menjawab singkat, “Ini perang. Pasti ada korban.”


Nada tanpa kompromi itu mempertegas satu hal: Washington tidak lagi bermain di wilayah bayangan. Ini bukan perang proksi. Ini konfrontasi terbuka.


Dunia di Ambang Ledakan


Pernyataan Trump bukan sekadar komentar pasca-operasi. Ini adalah deklarasi sikap yang bisa mengunci jalur diplomasi dan membuka babak balas dendam.


Di Teheran, kekosongan kekuasaan berpotensi memicu perebutan internal. Di Washington, pengakuan bermotif pribadi bisa memantik perdebatan hukum dan politik. Di kawasan Timur Tengah, ancaman eskalasi meluas kian nyata.


Satu kalimat Trump kini menggema di panggung global:


“Saya habisi duluan.”


Dan dunia pun bersiap menghadapi konsekuensinya.


(AK)


#DonaldTrump #AmerikaSerikat #Internasional

×
Berita Terbaru Update