AK47, Jakarta - Jagat media sosial sempat dibuat panas oleh narasi liar yang menyebut 30 kilogram barang bukti sabu milik polisi hilang karena “meleleh akibat cuaca panas”. Tuduhan itu menyebar cepat, memancing emosi publik, dan nyaris menggiring opini bahwa ada kelalaian serius dalam pengelolaan barang bukti.
Namun, Kepolisian Negara Republik Indonesia langsung membantah keras kabar tersebut.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, tanpa ragu menyebut narasi itu sebagai kebohongan.
“Ini berita hoaks,” tegasnya, Rabu (4/3/2026).
Unggahan provokatif itu menampilkan foto Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, disertai tulisan yang menyebut Polri mengklarifikasi hilangnya sabu 30 kilogram karena meleleh akibat panas. Bahkan, narasi tersebut dibumbui kalimat sindiran soal cuaca yang seolah-olah ingin mempermalukan institusi.
Meski kini unggahan itu telah dihapus, dampaknya sudah terlanjur menyebar dan menimbulkan persepsi negatif.
Narasi Sensasional yang Sengaja Menggiring Opini?
Isu “sabu meleleh” dinilai bukan sekadar salah informasi, melainkan narasi sensasional yang berpotensi menggiring opini dan merusak kepercayaan publik. Di tengah perang melawan narkotika yang tak pernah berhenti, tuduhan tanpa dasar seperti ini bisa menjadi distraksi serius.
Polri menegaskan pengelolaan barang bukti narkotika dilakukan dengan prosedur ketat dan pengawasan berlapis. Karena itu, kabar 30 kilogram sabu hilang karena “meleleh” disebut tidak masuk akal dan tidak berdasar.
Masyarakat Diminta Tidak Jadi Penyebar Hoaks
Johnny mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi bohong. Ia menekankan pentingnya literasi digital dan nalar kritis di tengah derasnya arus informasi.
“Mari kita menjaga ruang digital yang sehat, produktif, dan konstruktif bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Hoaks bukan sekadar kabar palsu. Ia bisa merusak reputasi, memicu kegaduhan, bahkan menggerus kepercayaan terhadap institusi negara. Dalam era media sosial, satu unggahan provokatif bisa menyulut badai opini dalam hitungan menit.
Karena itu, publik diingatkan: jangan mudah terpancing, jangan cepat percaya, dan jangan asal membagikan. Verifikasi sebelum bereaksi.
Perang melawan narkoba butuh dukungan semua pihak. Dan perang melawan hoaks, tak kalah pentingnya.
(AK)
#Polri #Narkoba #Sabu #Headline
