Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Iran Blak-blakan: Netanyahu Dalam Bidikan, Trump Disebut Alat Politik Israel

Rabu, 04 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-04T10:19:54Z




AK47, Iran - Panggung politik Timur Tengah kembali membara. Mayor Jenderal Iran Yahya Rahim Safavi melontarkan pernyataan yang tak lagi diplomatis melainkan terang-terangan menempatkan Benjamin Netanyahu dalam radar intelijen Teheran.


Dalam siaran televisi pemerintah Iran pada 3 Maret 2026, Safavi mengklaim aparat intelijen negaranya mengetahui secara detail lokasi pertemuan Netanyahu.

 

“Basis data intelijen kami lengkap. Kami tahu di mana Netanyahu berada,” tegasnya.


Pernyataan ini bukan sekadar gertakan. Safavi adalah mantan panglima tertinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), figur yang memahami anatomi perang modern  dari strategi siber hingga proyeksi kekuatan regional.


Trump Diseret, Dituding Korbankan Amerika


Tak berhenti pada Israel, Safavi juga menyerang figur politik Amerika. Ia menyebut mantan Presiden Donald Trump sebagai “pion di tangan Netanyahu”, menuding kebijakan AS selama ini lebih menguntungkan Tel Aviv ketimbang Washington.


Safavi mengeklaim ada keresahan di internal Amerika Serikat  politisi dan publik yang mempertanyakan mengapa pajak dan darah tentara AS harus dikorbankan demi konflik yang dinilai bukan milik mereka.


Pernyataan ini jelas ditujukan untuk menggoyang opini publik di dalam negeri Amerika, sekaligus memperlebar jarak antara sekutu lama tersebut.


“Kami Siap, Sepuluh Kali Lebih Kuat”


Iran tak hanya berbicara. Safavi menyebut setelah konflik singkat 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, Teheran meningkatkan kemampuan rudal dan drone ofensif hingga sepuluh kali lipat.


Ia menyebut operasi gabungan AS–Israel didasari “perhitungan keliru” bahwa Iran melemah. Menurutnya, serangan yang dilancarkan hanya menghantam fasilitas kosong.

 

“Mereka menghancurkan bangunan tanpa pasukan, tanpa penjaga. Mereka tidak menyentuh kekuatan inti kami.”


Pesan yang ingin ditegaskan jelas: Iran merasa belum tersentuh, dan justru lebih siap menghadapi konfrontasi berikutnya.


Isu Suksesi Khamenei dan Perubahan Rezim


Safavi juga menyinggung isu sensitif: suksesi Ali Khamenei. Ia menyatakan Majelis Pakar siap menentukan pengganti melalui Dewan Kepemimpinan sementara  sinyal bahwa Iran mengklaim stabilitas internalnya tetap terjaga meski berada di bawah tekanan.


Lebih jauh, ia menuduh kampanye AS–Israel bertujuan mengganti rezim di Teheran. Namun, ia menegaskan target tersebut “tidak akan pernah tercapai”.


Nada pernyataan Safavi kali ini lebih dari sekadar retorika militer. Ini adalah pesan terbuka  bahwa Teheran tidak hanya memantau, tetapi ingin dunia tahu bahwa mereka memantau.


Apakah ini perang urat saraf tingkat tinggi? Ataukah babak baru konfrontasi yang lebih luas sedang bergerak diam-diam di balik layar?


Satu hal jelas: suhu politik kawasan kini kembali mendidih.


(AK)


#Internasional #Iran #Headline

×
Berita Terbaru Update