Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

George Galloway Bongkar Dugaan Sensor Perang: Klaim Tel Aviv Hancur Parah, Media Barat Dituding Bungkam

Senin, 09 Maret 2026 | Maret 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T08:03:22Z

Warga Israel Usai Terkena Bom



AK47, Inggris - Politikus Partai Buruh Inggris sekaligus pendiri organisasi VIVA Palestina, George Galloway, melontarkan tudingan keras terkait konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat.


Dalam program Moats yang disiarkan di kanal YouTube miliknya, Galloway menuding pemerintah Israel sengaja menutup rapat-rapat informasi mengenai kerusakan besar yang disebut terjadi di Tel Aviv akibat serangan Iran.


Ia bahkan menyebut ada upaya sensor ketat terhadap publikasi foto dan video dari lokasi serangan.


“Pemerintah Israel melarang keras penyebaran gambar kerusakan di Tel Aviv. Siapa pun yang mempublikasikan dokumentasi itu berpotensi menghadapi ancaman hukuman penjara,” ujar Galloway, Minggu (8/3/2026).


Tak hanya itu, ia juga menuding sejumlah media arus utama Barat seperti CNN, BBC, dan Sky News ikut menutup-nutupi situasi di lapangan dengan tidak menyiarkan skala kerusakan yang sebenarnya.


Menurut Galloway, kondisi Tel Aviv saat ini disebut-sebut jauh lebih parah dari yang diberitakan, bahkan menyerupai kehancuran di Jalur Gaza.


“Saya tahu karena punya teman-teman di Tel Aviv, di Jalan Sheinkin dekat Lapangan Dizengoff. Mereka mengatakan kepada saya bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza,” ungkapnya.


Galloway juga mengeklaim sistem pertahanan udara Israel di wilayah tersebut gagal bekerja secara maksimal ketika serangan terjadi. Akibatnya, puluhan rudal balistik Iran disebut berhasil menembus pertahanan dan menghantam wilayah kota.

“Sekitar 50 rudal balistik menghantam Tel Aviv hanya dalam satu malam,” katanya.


Selain menyoroti Israel, Galloway turut meragukan data resmi jumlah korban dari pihak Amerika Serikat. Ia menilai angka korban yang diumumkan pemerintah di Washington, D.C. terlalu kecil dibandingkan skala serangan terhadap berbagai fasilitas militer dan diplomatik Amerika di luar negeri.


“Bagaimana mungkin semua pangkalan CIA, kedutaan besar Amerika, dan pangkalan militer di luar negeri diserang, tetapi hanya empat orang Amerika yang dilaporkan tewas?” ujarnya.


Ia bahkan memperkirakan jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih besar.


“Saya berani bertaruh jumlah orang Amerika yang tewas mendekati seribu orang. Fakta itu mungkin bisa disembunyikan sekarang, tetapi tidak selamanya,” tegasnya.


Hingga kini, klaim yang disampaikan Galloway tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh media internasional. Pemerintah Israel maupun Amerika Serikat juga belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut.


(AK)


#Internasional #Inggris

×
Berita Terbaru Update