
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal
AK47, PADANG — Perlahan namun pasti, tanda-tanda datangnya musim kemarau mulai terasa di berbagai wilayah Indonesia. Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa masa transisi cuaca segera melanda, ditandai dengan berkurangnya intensitas hujan dan meningkatnya suhu udara.
Di tengah potensi kekeringan tersebut, ketersediaan air bersih kembali menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian bersama. Menyikapi kondisi ini, Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau masyarakat agar mulai membiasakan pola penggunaan air yang lebih bijak dan hemat.
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kepala Sub Bagian Humas Adhie Zein, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan air selama musim kemarau.
“Air adalah nadi kehidupan. Saat musim kemarau datang, setiap tetes air menjadi semakin berharga. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur pola penggunaan air, gunakan seperlunya dan hindari pemborosan untuk aktivitas yang tidak mendesak,” ujarnya.
Debit Sungai Menurun, Distribusi Perlu Dijaga
Sebagian besar air baku yang diolah menjadi air bersih di Kota Padang bersumber dari sungai-sungai yang sangat bergantung pada curah hujan. Ketika kemarau tiba, debit air di hulu cenderung menurun sehingga berdampak pada proses produksi dan distribusi air bersih.
Kondisi tersebut membuat operator air minum harus melakukan pengelolaan distribusi secara lebih cermat. Namun, upaya teknis dari perusahaan daerah saja tidak cukup tanpa dukungan perilaku hemat air dari masyarakat.
“Upaya menjaga ketersediaan air bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan air secara bijak,” tambahnya.
Langkah Sederhana, Dampak Besar
Untuk menghadapi kemungkinan penurunan pasokan air selama musim kemarau, masyarakat dianjurkan melakukan sejumlah langkah antisipatif yang sederhana namun efektif, di antaranya:
Menyiapkan cadangan air.
Warga disarankan menyediakan tandon atau bak penampungan sebagai cadangan apabila sewaktu-waktu terjadi penurunan tekanan distribusi.
Memeriksa instalasi rumah.
Pastikan tidak ada kebocoran pada pipa atau keran air. Kebocoran kecil yang dibiarkan dapat menyebabkan pemborosan puluhan liter air setiap hari.
Memprioritaskan kebutuhan utama.
Gunakan air untuk kebutuhan pokok seperti memasak, mandi, dan konsumsi rumah tangga. Sementara penggunaan untuk kegiatan sekunder seperti mencuci kendaraan atau menyiram halaman sebaiknya dibatasi.
Komitmen Jaga Layanan
Meski menghadapi tantangan musim kemarau, Perumda Air Minum Kota Padang memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas. Tim teknis disiagakan untuk memantau titik-titik rawan gangguan distribusi sekaligus memastikan instalasi pengolahan air tetap beroperasi secara optimal.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan kendala distribusi air di wilayahnya melalui saluran pengaduan resmi maupun call center yang telah disediakan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, operator air minum, dan kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar Kota Padang tetap mampu menjaga ketahanan air bersih dan melewati musim kemarau dengan lebih tangguh.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan Kota Padang dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih siap,” tutupnya.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang #Headline