AK47, PADANG – Pagi itu suasana terasa berbeda di Kota Padang. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kota yang mulai menggeliat, sebuah momentum penting tercatat dalam sejarah pelayanan publik. Bukan tentang pembangunan gedung megah atau proyek infrastruktur raksasa, melainkan sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: air yang mengalir dari keran rumah.
Perumda Air Minum Kota Padang resmi mencetak sejarah sebagai perusahaan daerah air minum pertama di luar Pulau Jawa dan satu-satunya di Sumatera yang berhasil meraih sertifikat halal. Sebuah capaian yang mungkin terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan makna besar bagi masyarakat yang menjadikan nilai agama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat, Wali Kota Padang Fadly Amran secara simbolis menyerahkan sertifikat halal kepada Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal. Sertifikat tersebut diterbitkan setelah melalui proses audit ketat oleh LPPOM MUI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Momen itu bukan sekadar seremoni formal. Ia menjadi simbol bahwa pelayanan air bersih di Kota Padang kini tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga standar syariat.
Air yang Mengalir Bersama Kepercayaan
Bagi sebagian orang, air mungkin hanya dianggap sebagai kebutuhan dasar: untuk minum, memasak, atau membersihkan rumah. Namun bagi masyarakat Kota Padang yang religius, air memiliki dimensi yang lebih dalam.
Air adalah bagian dari ibadah.
Ia digunakan untuk berwudhu sebelum salat, membersihkan peralatan dapur, hingga memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi tetap suci. Karena itu, memastikan air bersih juga memenuhi prinsip halalan thayyiban menjadi sebuah langkah penting.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa sertifikasi halal bagi air bersih bukan sekadar simbol administratif.
“Air adalah sumber kehidupan. Kita ingin memastikan bahwa air yang dikonsumsi masyarakat tidak hanya sehat secara ilmiah, tetapi juga suci dan halal secara syariat,” ujarnya.
Langkah ini juga menjadi implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang mendorong semakin luasnya penerapan standar halal di berbagai sektor kehidupan.
Perjalanan Panjang di Balik Sebuah Sertifikat
Bagi Perumda AM Kota Padang, mendapatkan sertifikasi halal bukanlah perkara mudah. Prosesnya panjang, detail, dan menuntut komitmen serius dari seluruh jajaran perusahaan.
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal menjelaskan bahwa audit halal pada sistem distribusi air kota merupakan tantangan yang tidak sederhana.
Setiap tahap produksi harus diperiksa secara menyeluruh. Mulai dari sumber air baku, bahan kimia yang digunakan untuk proses penjernihan, hingga jaringan perpipaan yang mengalirkan air ke rumah pelanggan.
“Semua diperiksa secara detail. Bahkan hingga kemungkinan kontaminasi dari material instalasi dan proses operasional,” jelas Hendra.
Untuk memenuhi standar tersebut, Perumda AM Padang menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) secara menyeluruh. Sistem ini memastikan bahwa prinsip halal tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar terintegrasi dalam seluruh proses operasional perusahaan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan berbagai pembenahan yang telah dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Mulai dari peningkatan kualitas air sesuai standar kesehatan nasional, digitalisasi pemantauan jaringan distribusi, hingga sistem deteksi kebocoran yang lebih cepat dan efisien.
Hasilnya, air yang sampai ke rumah warga tidak hanya bersih dan layak konsumsi, tetapi juga memiliki jaminan halal yang telah diverifikasi secara resmi.
Dampak Nyata bagi UMKM dan Wisata Halal
Pencapaian ini ternyata tidak hanya berdampak pada layanan air bersih bagi masyarakat. Ia juga membawa efek domino bagi sektor ekonomi, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
Di Kota Padang, ribuan UMKM bergerak di sektor kuliner mulai dari rumah makan, kedai kopi, hingga usaha makanan rumahan. Bagi mereka, sertifikasi halal menjadi salah satu kunci untuk memperluas pasar.
Dengan adanya air bersih yang telah tersertifikasi halal, pelaku UMKM kini memiliki kemudahan tambahan dalam mengurus sertifikasi halal produk mereka.
Langkah ini sekaligus mendukung program unggulan Pemerintah Kota Padang dalam mendorong UMKM naik kelas.
Lebih jauh lagi, langkah ini memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata halal yang terus berkembang di Indonesia.
Ekosistem halal yang kuat mulai dari makanan, layanan publik, hingga fasilitas pendukung menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Layanan Baru: Call Center 1500030
Seiring dengan pencapaian sertifikasi halal tersebut, Perumda AM Kota Padang juga meluncurkan inovasi pelayanan baru bagi masyarakat.
Call Center 1500030 kini hadir sebagai pusat layanan terpadu bagi pelanggan.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat melaporkan gangguan distribusi air, menyampaikan pengaduan, maupun memperoleh informasi layanan secara cepat dan mudah.
Sistem ini terhubung langsung dengan petugas operasional di lapangan, sehingga setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik menuju sistem yang lebih responsif dan berbasis teknologi.
Sebuah Langkah Kecil yang Berdampak Besar
Kepala BPJPH wilayah Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi Ikrar Abdi memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
Menurutnya, langkah Perumda AM Kota Padang menjadi contoh penting bagi perusahaan daerah lain di Indonesia.
Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa standar halal dapat diterapkan tidak hanya pada produk makanan, tetapi juga pada layanan publik yang menyentuh kehidupan masyarakat secara luas.
Dari Keran Air Menuju Ekosistem Ekonomi Syariah
Apa yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Padang mungkin terlihat sederhana: memastikan air bersih yang mengalir ke rumah warga memenuhi standar halal.
Namun di balik langkah itu, tersimpan pesan yang lebih besar.
Bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun kepercayaan masyarakat.
Dari keran air di dapur rumah warga, hingga dapur UMKM yang menyajikan kuliner khas Minangkabau, sebuah ekosistem ekonomi syariah perlahan terbentuk.
Dan dari Kota Padang, sebuah sejarah baru dimulai.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang
