Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

3 Maret 2026: Saat Bulan “Berdarah” Mengguncang Langit Indonesia

Senin, 02 Maret 2026 | Maret 02, 2026 WIB Last Updated 2026-03-02T08:42:42Z




AK47, JAKARTA — Senja 3 Maret 2026 tak akan biasa-biasa saja. Ketika matahari tenggelam dan langit mulai gelap, bulan perlahan berubah warna dari putih pucat menjadi merah membara. Inilah gerhana bulan total, fenomena yang dikenal dunia sebagai blood moon, dan Indonesia berada di jalur pengamatan terbaiknya.


Data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gerhana dimulai pukul 18.03.56 WIB. Puncaknya terjadi pukul 18.33.39 WIB (19.33.39 WITA dan 20.33.39 WIT), ketika bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi dan berubah menjadi merah tembaga dramatis.


Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, memastikan fenomena ini dapat disaksikan di hampir seluruh wilayah Indonesia selama cuaca bersahabat dan langit tak diselimuti awan tebal.


Menurutnya, Indonesia bagian timur akan lebih dulu menikmati pemandangan spektakuler ini saat bulan terbit. Namun saat memasuki fase total, giliran wilayah barat yang mendapatkan tampilan paling jelas dan memukau.


Gerhana akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB, menutup pertunjukan kosmik selama lebih dari tiga jam.


Langka, Dramatis, dan Ditunggu Dunia


Fenomena gerhana bulan total bukan peristiwa rutin tahunan. Media internasional The Guardian mencatat kejadian ini umumnya hanya muncul setiap 18 bulan hingga tiga tahun sekali. Setelah Maret 2026, momen serupa diperkirakan baru hadir lagi pada malam Tahun Baru 2028.


Artinya, kesempatan kali ini adalah momentum emas bagi para pencinta langit, fotografer, hingga masyarakat umum yang ingin merasakan sensasi menyaksikan alam semesta bekerja secara nyata.


Mengapa Bulan Berubah Merah?


Warna merah pada blood moon terjadi karena cahaya matahari yang menembus atmosfer Bumi dibiaskan dan tetap mencapai permukaan bulan. Cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah diteruskan menciptakan efek dramatis seolah-olah bulan membara di langit malam.


Berbeda dengan gerhana matahari, fenomena ini aman disaksikan langsung tanpa alat pelindung mata.


Pada 3 Maret nanti, arahkan pandangan ke timur saat senja turun. Cari lokasi terbuka, jauh dari polusi cahaya. Karena malam itu, bulan tidak sekadar bersinar ia akan tampil garang, merah, dan memikat seluruh Nusantara. 


(AK)


#Peristiwa #GerhanaBulan #BloodMoon

×
Berita Terbaru Update