Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral Video Tuduhan Kongkalikong Lelang Tanah di KPKNL, Bank Nagari Dituding Atur Pemenang

Kamis, 15 Januari 2026 | Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-15T12:01:59Z

Tangkapan Layar Facebook Sobri Saudi Umroh

D'On, Sumatera Barat -
Sebuah video yang diunggah akun Facebook Sobri Saudia Umroh mendadak viral dan menuai perhatian luas publik. Dalam video berdurasi beberapa menit itu, Sobri secara terbuka menuding adanya dugaan kongkalikong antara oknum perbankan dan peserta lelang dalam proses lelang tanah sitaan yang dilaksanakan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Video tersebut hingga kini telah ditonton lebih dari 7.400 kali, memicu lebih dari 2.000 komentar, ribuan tanda suka, serta dibagikan sedikitnya 2.100 kali. Besarnya respons publik menandakan kuatnya kecurigaan masyarakat terhadap transparansi proses lelang aset sitaan yang melibatkan lembaga keuangan dan negara.

Mengaku Keluarga Pemilik Tanah, Siap Menebus namun Ditolak

Dalam keterangannya, Sobri mengaku sebagai keluarga pemilik sah tanah yang dilelang. Ia menyebut tanah tersebut sebelumnya digadaikan oleh kerabatnya sendiri, yang dalam penuturannya menggunakan bahasa Minang ia sebut sebagai “mamak anjiang”. Akibat persoalan gadai tersebut, tanah kemudian masuk dalam proses penyitaan dan dilelang melalui KPKNL.

Sobri menegaskan bahwa pihak keluarga bersedia menebus dan membeli kembali tanah tersebut melalui mekanisme lelang resmi, sesuai aturan yang ditetapkan. Namun, menurut klaimnya, niat tersebut justru tidak mendapatkan ruang yang adil.

“Awak pihak nan punyo tanah bersedia untuk mbali lelang. Tapi pihak bank menolak dengan alasan ikut prosedur KPKNL. Kami ikut,” ujar Sobri dalam video tersebut.

Dugaan Janji Bank dan Perubahan di Detik Terakhir

Sobri kemudian membeberkan kronologi yang lebih serius. Ia mengklaim bahwa seorang pegawai bank bernama Rio sempat menjanjikan pihak keluarga pemilik tanah sebagai pemenang lelang, dengan alasan lelang akan segera ditutup.

Namun, situasi berubah drastis. Sobri menuding adanya intervensi oknum bank lain, yang disebut bernama Okky Ulya, pegawai Bank Nagari cabang Siteba. Menurut pengakuan Sobri, Okky diduga menghubungi pamannya sendiri bernama Kaidir, dan mengajak yang bersangkutan untuk ikut sebagai peserta lelang.

“Kato Okky, tanah rancak, murah, aman. Ikuit lah lelang,” ungkap Sobri menirukan percakapan tersebut.

Kaidir kemudian diduga menjadi peserta lelang. Sobri menuding bahwa pihak keluarga pemilik tanah justru ‘disetel’ oleh orang bank, sehingga diarahkan untuk menaikkan harga penawaran di detik-detik terakhir.

Namun, pada saat krusial tersebut, pihaknya mengaku tidak dapat lagi melakukan penawaran, sementara Kaidir disebut sebagai satu-satunya nama yang tersisa dalam sistem lelang, meskipun pihak keluarga pemilik tanah juga tercatat sebagai peserta.

“Katonyo Kaidir hanyo inyo lo nan ado di pelelangan, padahal kami sato pemilik tanah sato peserta lelang. Iko lah permainan,” tegas Sobri.

Tuduhan Pemenang Lelang Adalah Kolega Bank

Sobri secara eksplisit menuding bahwa pemenang lelang merupakan kolega atau orang dekat pihak bank, dan proses lelang disebutnya tidak berjalan secara fair dan transparan. Ia menyebut kejadian ini sebagai permainan kotor yang merugikan keluarga pemilik tanah, sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap sistem lelang negara.

Bank Nagari dan KPKNL Belum Beri Tanggapan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bank Nagari, baik dari kantor cabang yang disebutkan maupun dari manajemen pusat. Demikian pula pihak KPKNL, yang menjadi penyelenggara lelang, belum memberikan klarifikasi terkait dugaan pengaturan pemenang lelang tersebut.

Kasus ini berpotensi menjadi sorotan serius, mengingat lelang KPKNL seharusnya menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan persaingan sehat. Jika dugaan ini terbukti, maka bukan hanya mencoreng institusi perbankan, tetapi juga dapat masuk dalam ranah pelanggaran etik, administrasi, hingga pidana.

Desakan Publik: Aparat Diminta Turun Tangan

Di kolom komentar media sosial, banyak warganet mendesak agar aparat penegak hukum, OJK, dan Inspektorat terkait segera turun tangan melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh. Publik menilai kasus ini tidak boleh berhenti sebagai isu viral semata.

Redaksi akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait dan menyajikan perkembangan terbaru secara berimbang.

(AK)

#Perbankan #BankNagari #SengketaLahan

×
Berita Terbaru Update