AK47, Padang — Di tengah dinamika cuaca ekstrem dan kondisi alam yang belum sepenuhnya stabil, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus bekerja tanpa henti memulihkan layanan air bersih bagi pelanggan. Gangguan distribusi yang terjadi pascabencana banjir bandang tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai panggilan tanggung jawab untuk memastikan hak masyarakat atas air bersih tetap terpenuhi.
Saat ini, sekitar 2,3 persen pelanggan di wilayah Utara masih mengalami gangguan aliran air bersih. Meski persentasenya terlihat kecil, wilayah terdampak merupakan kawasan padat hunian sehingga pemulihan membutuhkan perhatian ekstra. Di lapangan, tim teknis Perumda bergerak simultan untuk mempercepat perbaikan jaringan.
Kerusakan Infrastruktur Vital di Gunung Nago
Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa banjir bandang beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan berat pada jembatan pipa di Gunung Nago, jalur utama yang menyalurkan air ke wilayah Utara.
“Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus aliran utama yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi. Namun kami tidak tinggal diam, seluruh tim langsung turun melakukan langkah taktis,” ujar Adhie.
Kerusakan pada jembatan pipa ini menjadi titik krusial karena jalur tersebut merupakan penghubung utama antara sumber air dan pelanggan. Putusnya jalur transmisi berdampak langsung pada suplai ke masyarakat.
Percepatan Pemasangan Jalur Baru Bersama Hutama Karya
Untuk mempercepat pemulihan, Perumda AM Kota Padang menggandeng Hutama Karya (HK) melakukan pemasangan pipa transmisi jalur dua menuju Intake Palukahan. Jalur ini didesain untuk memperkuat sistem suplai ke kawasan Utara, termasuk Lubuk Buaya, yang menjadi daerah paling terdampak gangguan distribusi.
Proses pemasangan dikebut di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif. Upaya ini bukan hanya langkah teknis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan sistem distribusi air bersih terhadap bencana alam.
15 Mobil Tangki Disiagakan hingga Dini Hari
Sebagai bentuk kepedulian kepada pelanggan, Perumda mengerahkan 15 unit mobil tangki yang beroperasi dari pagi hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Mobil-mobil ini menyuplai air bersih langsung ke rumah warga di kawasan terdampak.
“Kami memastikan warga tidak mengalami krisis air untuk kebutuhan harian. Operasi ini tidak hanya melibatkan personel internal, tetapi juga dukungan dari instansi mitra yang peduli,” lanjut Adhie.
Armada tangki tersebut menjadi solusi darurat agar kebutuhan mendasar seperti memasak, minum, dan sanitasi tetap terpenuhi selama proses pemulihan jaringan berlangsung.
Tantangan Kualitas Air di Wilayah Pusat Kota
Tidak hanya di wilayah Utara, kondisi di pusat kota pun masih menantang. Intake Kampung Koto mengalami tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi akibat lumpur bawaan banjir.
Untuk melindungi kesehatan pelanggan, Perumda memperlambat distribusi demi memastikan kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi standar aman konsumsi.
Langkah ini mungkin membuat sebagian pelanggan merasakan aliran lebih kecil dari biasanya, namun keputusan tersebut diambil untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Direktur Utama Tegaskan Komitmen Pelayanan
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang bersabar menghadapi situasi sulit ini.
“Kami memahami, air bukan sekadar kebutuhan — ia adalah kehidupan. Karena itu kami tidak akan membiarkan pelanggan berjuang sendiri. Semua sumber daya kami kerahkan, baik teknis maupun logistik, untuk memastikan pemulihan berjalan secepat mungkin,” tegasnya.
Hendra menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur bukan alasan untuk mengendurkan pelayanan.
“Infrastruktur bisa rusak, tetapi komitmen kami tidak. Bencana ini menjadi ujian ketahanan sistem dan integritas pelayanan kami. Kami belajar, berbenah, dan bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Perumda AM Kota Padang mengajak masyarakat untuk:
- menyiapkan persediaan air cadangan
- menggunakan air secara hemat dan prioritas
- melaporkan segera jika masih terjadi gangguan layanan di lingkungan masing-masing
Hendra juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
“Kami targetkan layanan kembali normal 100 persen. Namun faktor alam tetap menjadi variabel yang harus dihormati. Doakan agar cuaca bersahabat, supaya pekerjaan teknis kami tidak lagi terhambat,” tutupnya.
Di tengah cuaca yang tidak menentu, langkah Perumda Air Minum Kota Padang menunjukkan bahwa pemulihan layanan air bersih bukan hanya soal perbaikan teknis, tetapi juga wujud empati dan keberpihakan kepada masyarakat.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang
