Aksara47 - Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW adalah salah satu mukjizat terbesar dan paling agung yang Allah SWT anugerahkan kepada Rasul-Nya. Ia bukan sekadar perjalanan luar biasa yang melampaui batas ruang dan waktu, melainkan perjalanan suci yang menghubungkan bumi dengan langit, jasad dengan ruh, serta hamba dengan Rabb-nya.
Isra Mikraj merupakan tanda kemuliaan Rasulullah SAW, bukti kekuasaan Allah SWT yang Mahasempurna, serta fondasi utama ibadah shalat yang menjadi tiang agama dan cahaya kehidupan seorang Muslim.
Makna Isra dan Mikraj dalam Perspektif Iman
Secara makna syar’i:
- Isra adalah perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, dengan kehendak Allah SWT.
- Mikraj adalah kenaikan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menembus tujuh lapis langit, hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang menjadi batas makhluk.
Peristiwa ini terjadi dalam satu malam, bukan mimpi, melainkan perjalanan nyata yang Allah jadikan sebagai ujian keimanan bagi manusia: apakah mereka beriman kepada yang ghaib dan percaya pada kekuasaan Allah tanpa batas.
Dalil Al-Qur’an tentang Isra Mikraj
Allah SWT mengabadikan peristiwa agung ini dalam firman-Nya:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya:
"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini diawali dengan kata “Subhānallāh”, sebagai penegasan bahwa peristiwa Isra Mikraj adalah urusan ilahi, yang tidak bisa diukur dengan logika manusia semata.
Isra Mikraj sebagai Penghiburan Ilahi di Tahun Kesedihan
Isra Mikraj terjadi setelah Rasulullah SAW melewati masa paling berat dalam hidupnya, yang dikenal sebagai ‘Āmul Ḥuzn (Tahun Kesedihan):
- Wafatnya Sayyidah Khadijah RA, istri tercinta, penenang hati, dan pendukung dakwah.
- Wafatnya Abu Thalib, pelindung Nabi dari ancaman Quraisy.
- Penolakan dan perlakuan kejam dari penduduk Thaif, hingga Rasulullah SAW terluka secara fisik dan batin.
Dalam kondisi luka dan kesedihan itulah, Allah tidak meninggalkan hamba-Nya, melainkan mengangkat Rasulullah SAW ke langit sebagai bentuk pemuliaan, penghiburan, dan penguatan iman.
Perjalanan Isra: Dimuliakan di Bumi Para Nabi
Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril AS dan menaiki Buraq, makhluk cahaya yang melesat secepat pandangan mata.
Beliau singgah di tempat-tempat yang penuh sejarah kenabian, lalu tiba di Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam.
Di sana, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi seluruh nabi dan rasul, sebuah isyarat agung bahwa:
Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin para nabi dan penutup risalah kenabian.
Mikraj: Kenaikan Ruhani Menembus Langit
Rasulullah SAW kemudian naik ke langit dan bertemu para nabi:
- Langit 1: Nabi Adam AS
- Langit 2: Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
- Langit 3: Nabi Yusuf AS
- Langit 4: Nabi Idris AS
- Langit 5: Nabi Harun AS
- Langit 6: Nabi Musa AS
- Langit 7: Nabi Ibrahim AS
Hingga akhirnya Rasulullah SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat yang tidak bisa dilampaui makhluk mana pun, bahkan Malaikat Jibril AS.
Shalat: Amanah Langit untuk Penduduk Bumi
Di Sidratul Muntaha, Allah SWT mewajibkan shalat, ibadah paling agung:
- Awalnya 50 waktu shalat
- Dirahmati menjadi 5 waktu, namun pahalanya tetap 50
Allah SWT berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Artinya:
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa: 103)
Shalat adalah mi’rajnya orang beriman, penghubung langsung antara hamba dan Allah tanpa perantara.
Hikmah Spiritual Isra Mikraj
Isra Mikraj mengajarkan kepada kita bahwa:
- Shalat adalah nafas iman dan cahaya kehidupan
- Kesabaran dalam ujian mengantarkan pada kemuliaan
- Iman sejati melampaui logika, bersandar pada keyakinan
- Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa adalah simbol persatuan umat
- Rasulullah SAW adalah rahmat bagi seluruh alam
Refleksi bagi Umat Islam
Peringatan Isra Mikraj seharusnya menjadi cermin keimanan:
- Sudahkah shalat kita benar-benar hidup?
- Masihkah hati kita terhubung dengan Allah?
- Sudahkah akhlak kita mencerminkan teladan Rasulullah SAW?
Isra Mikraj adalah pesan cinta dari langit, bahwa Allah SWT selalu dekat dengan hamba-Nya yang sabar dan taat. Dari bumi yang penuh luka, Rasulullah SAW diangkat ke langit penuh cahaya.
Semoga kisah agung ini menguatkan iman kita, menjaga shalat kita, dan menumbuhkan cinta mendalam kepada Rasulullah SAW.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
(*)
#Religi #Islami #IsraMiraj
