Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

IPA Gunung Pangilun Jadi Perhatian Menteri PU, Layanan Air Bersih Padang Diperkuat

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T06:14:30Z




AK47, Padang – Pemerintah pusat akhirnya turun langsung ke jantung persoalan air bersih Kota Padang. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, fasilitas vital yang selama ini menjadi tumpuan ratusan ribu warga, namun juga menjadi simbol kerentanan sistem air minum akibat bencana alam.


Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Menteri PU meninjau langsung kondisi fisik IPA Gunung Pangilun pascabencana mulai dari bangunan utama, sistem intake, hingga titik-titik rawan yang selama ini menjadi “bom waktu” bagi keberlanjutan pelayanan air bersih di Kota Padang.


Di lokasi, Menteri PU menerima paparan detail mengenai kondisi eksisting serta risiko nyata jika penanganan tidak dilakukan secara permanen dan terintegrasi. Fakta di lapangan menunjukkan, tanpa intervensi serius dari pemerintah pusat, ancaman gangguan layanan air bersih bisa kembali terulang.


Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan secara terbuka bahwa momentum ini adalah titik balik bagi masa depan air bersih Kota Padang.

 

“Ini bukan hanya soal memperbaiki IPA yang rusak. Ini soal keberanian mengambil keputusan strategis. Kalau kita hanya memulihkan tanpa membangun sistem yang lebih kuat, maka krisis yang sama akan terulang. Padang tidak boleh terus berada dalam siklus darurat,” tegas Hendra.


Tiga Proyek Kunci: Dari Bertahan ke Melompat Jauh


Dalam pertemuan teknis lapangan, dibahas tiga proyek strategis yang dinilai menjadi penentu arah pelayanan air minum Kota Padang dalam puluhan tahun ke depan:

  1. SPAM Baru Intake Kampung Koto
    Proyek ini diposisikan sebagai langkah keluar dari ketergantungan pada sumber air baku lama yang rentan. Intake baru ini diharapkan menjadi penyangga utama saat terjadi gangguan ekstrem.

  2. Pembangunan IPA Taban 3
    Penambahan kapasitas pengolahan air bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. IPA Taban 3 dirancang untuk menjawab lonjakan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan kawasan perkotaan.

  3. Relokasi IPA Gunung Pangilun (500 liter/detik)
    Inilah proyek paling krusial dan paling berani. Relokasi IPA Gunung Pangilun dengan kapasitas besar dan desain tahan bencana mendapat dukungan penuh Kementerian PU.


Menurut Hendra Pebrizal, relokasi ini adalah keputusan strategis yang selama ini ditunda terlalu lama.

 

“Kita harus jujur: lokasi lama IPA Gunung Pangilun menyimpan risiko. Relokasi adalah langkah korektif sekaligus progresif. Ini bukan sekadar membangun ulang, tapi membangun sistem air minum yang berani menghadapi realitas bencana,” ujarnya lugas.


Rp 781 Miliar: Harga untuk Keluar dari Kerentanan


Berdasarkan paparan resmi, total usulan bantuan kepada Kementerian PU mencapai Rp 781 miliar. Angka ini mencerminkan skala persoalan yang selama ini dihadapi Kota Padang sekaligus harga yang harus dibayar untuk keluar dari ketergantungan pada sistem yang rapuh.


Meski demikian, progres pemulihan layanan air minum telah mencapai 98,93 persen, termasuk melalui distribusi air menggunakan mobil tangki. Namun Hendra menegaskan, angka tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.

 

“98,93 persen itu angka pemulihan, bukan angka ketahanan. Tugas kita sekarang memastikan 100 persen warga Padang terlindungi oleh sistem air minum yang tidak mudah lumpuh saat bencana datang,” kata Hendra dengan nada tegas.


Sinyal Kuat dari Pemerintah Pusat dan DPR


Kunjungan ini turut dihadiri Anggota DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Walikota Padang Fadly Amran. Kehadiran para tokoh ini mengirimkan sinyal politik yang jelas: krisis air bersih Padang telah menjadi agenda nasional.


Dalam diskusi lapangan, disepakati bahwa pembangunan ke depan tidak boleh bersifat sementara atau tambal sulam. Infrastruktur air bersih harus dirancang sebagai investasi jangka panjang yang tahan bencana dan adaptif terhadap perubahan iklim.

 

“Kami tidak ingin Padang terus-menerus meminta maaf kepada masyarakat karena gangguan air. Yang kami bangun sekarang adalah sistem yang membuat air bersih menjadi hak yang pasti, bukan layanan yang selalu dalam kondisi darurat,” pungkas Hendra Pebrizal.


Menuju Padang yang Lebih Tangguh


Kunjungan Menteri PU ke IPA Gunung Pangilun menandai babak baru penanganan air bersih di Kota Padang. Dari sekadar pemulihan pascabencana, kini bergeser menuju transformasi sistemik.


Jika seluruh rencana ini terealisasi, Kota Padang tidak hanya akan pulih, tetapi juga berdiri sebagai contoh bagaimana kota rawan bencana membangun sistem air minum yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.


(AK)


#PerumdaAirMinum #Padang

×
Berita Terbaru Update