Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mahasiswa KKN Pakandangan Universitas Andalas Sulap Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Ramah Lingkungan

Kamis, 29 Januari 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T12:54:03Z




AK47, Padang Pariaman - Di balik hamparan ladang jagung Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman, tersimpan persoalan yang selama ini luput dari perhatian: tumpukan bonggol jagung sisa panen yang hanya berakhir sebagai limbah. Setiap musim panen tiba, bonggol jagung kerap dibuang begitu saja atau dibakar, tanpa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Tahun 2026 hadir membawa solusi inovatif yang sederhana namun berdampak besar.


Pada Rabu, 28 Januari 2026, mahasiswa KKN Pakandangan Universitas Andalas menggelar kegiatan edukasi dan simulasi bertajuk “Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung Menjadi Briket”. Kegiatan ini dilaksanakan di Posko Umum Posyandu Ringan-ringan, Nagari Pakandangan, dan diikuti oleh para petani jagung serta masyarakat setempat. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan tingginya minat warga terhadap inovasi yang diperkenalkan.


Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya produksi jagung di Nagari Pakandangan yang secara langsung menghasilkan limbah bonggol jagung dalam jumlah besar. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, jika dikelola dengan tepat, bonggol jagung memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bio briket, yaitu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diaplikasikan di tingkat rumah tangga.


Materi edukasi disampaikan oleh Ikfawina, mahasiswa KKN Universitas Andalas, yang bertindak sebagai pemateri utama. Dengan menggunakan media presentasi bergambar dan video edukatif, Ikfawina menjelaskan secara rinci proses pengolahan bonggol jagung mulai dari pengeringan, pembakaran menjadi arang, pencetakan, hingga menjadi briket siap pakai. Penyampaian materi yang komunikatif membuat peserta mudah memahami setiap tahapan yang dijelaskan.


Tidak hanya berhenti pada pemaparan teori, mahasiswa KKN juga melakukan simulasi langsung pembakaran briket di hadapan peserta. Asap tipis yang keluar dan panas yang stabil dari briket bonggol jagung menjadi bukti nyata bahwa limbah pertanian tersebut dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang efektif. Demonstrasi ini menjadi momen penting yang menarik perhatian warga.


Dalam penyampaiannya, Ikfawina menuturkan, “Melalui praktik langsung pembakaran briket ini, masyarakat dapat melihat secara nyata bahwa briket dari bonggol jagung mampu menghasilkan panas yang stabil dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan sehari-hari.” Pernyataan tersebut memperkuat keyakinan masyarakat akan manfaat nyata dari inovasi yang diperkenalkan.


Kegiatan edukasi semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab interaktif. Warga tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara penggunaan briket, daya tahan pembakaran, hingga peluang pengembangan briket bonggol jagung sebagai usaha rumahan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya tertarik dari sisi lingkungan, tetapi juga melihat peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.


Wakil Ketua Tim KKN Universitas Andalas dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar bersifat aplikatif. “Kami tidak ingin masyarakat hanya memahami konsepnya saja, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung. Harapannya, inovasi ini dapat dikembangkan sendiri oleh masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi pengelolaan limbah pertanian,” ujarnya.


Sambutan positif juga datang dari pihak warga Nagari Pakandangan. Salah seorang perwakilan warga menyampaikan bahwa edukasi ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kondisi masyarakat setempat. “Selama ini bonggol jagung hanya menjadi sampah. Dengan adanya edukasi ini, kami jadi tahu bahwa limbah tersebut bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” ungkapnya. Warga menilai bahwa jika dikelola secara serius, briket bonggol jagung berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.


Melalui kegiatan edukasi dan simulasi ini, mahasiswa KKN Pakandangan Universitas Andalas berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan. Inovasi pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Pakandangan.


Lebih dari sekadar program KKN, kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat, membawa ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menjawab permasalahan nyata di lingkungan sekitar.


(Ikfawina)


#UniversitasAndalas #Pendidikan #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update