Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berpacu dengan Waktu, Menjaga Pantai dan Harapan Warga: Kisah Proyek Penanganan Abrasi Pantai Masang di Ujung Tahun 2025

Rabu, 31 Desember 2025 | Desember 31, 2025 WIB Last Updated 2025-12-31T14:35:15Z


AK47, Agam
— Detik-detik menjelang penutupan tahun anggaran 2025 menjadi momen krusial bagi proyek percepatan penanganan abrasi Pantai Masang, Tiku, Kabupaten Agam. Waktu yang kian menyempit seolah berpacu dengan ancaman alam yang tak pernah berhenti menggerus garis pantai. Di tengah tekanan target dan cuaca pesisir yang tak menentu, roda pembangunan terus berputar tanpa jeda.

Pantauan awak media di lokasi pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB menggambarkan suasana kerja yang padat dan penuh kesungguhan. Deru mesin truk pengangkut batu gajah terdengar silih berganti, memecah sunyi kawasan pesisir. Truk-truk tersebut datang dari berbagai penjuru, beriringan menuju Pantai Masang, membawa material utama yang menjadi benteng terakhir bagi daratan dan permukiman warga.

Batu demi batu diangkut, bukan sekadar material bangunan, tetapi simbol ikhtiar pemerintah dan masyarakat dalam melawan abrasi yang selama bertahun-tahun mengancam kehidupan pesisir Tiku.

Abrasi yang Menggerus Kehidupan

Pantai Masang bukan sekadar hamparan pasir dan laut. Bagi warga sekitar, kawasan ini adalah ruang hidup—tempat mencari nafkah, jalur transportasi, hingga benteng alami yang melindungi rumah dan lahan produktif. Namun dalam beberapa tahun terakhir, abrasi perlahan tapi pasti menggerus daratan, merusak infrastruktur, dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga.

“Kalau ombak besar datang, air laut sudah makin dekat ke rumah-rumah,” ungkap seorang warga setempat. Kekhawatiran inilah yang membuat proyek penanganan abrasi menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar rencana di atas kertas.

Aktivitas Lapangan yang Intens

Di lapangan, keseriusan proyek tampak jelas. Salah seorang sopir truk yang ditemui di wilayah Sikabu, Kampung Tangah, mengaku baru bergabung dalam aktivitas pengangkutan material.

“Saya diminta mengangkut batu ke arah Tiku. Pengangkutan ini sudah berjalan beberapa hari, saya baru ikut hari ini,” ujarnya sambil bersiap kembali melanjutkan perjalanan.

Ia menjelaskan bahwa material batu diambil dari kawasan sekitar Jalan Baru Muko-Muko, Maninjau. Informasi ini menjadi catatan penting, mengingat setiap tahapan proyek diharapkan mematuhi ketentuan hukum, perizinan, serta prinsip keberlanjutan lingkungan.

Antara Kecepatan dan Kehati-hatian

Sebagai proyek strategis, percepatan penanganan abrasi Pantai Masang tidak hanya dituntut selesai tepat waktu, tetapi juga harus dijalankan secara transparan dan akuntabel. Publik berharap, semangat mengejar target akhir tahun tidak mengabaikan aspek lingkungan dan regulasi.

Cuaca pesisir yang sulit diprediksi turut menjadi tantangan tersendiri. Ombak tinggi dan hujan yang datang tiba-tiba bisa sewaktu-waktu menghambat pekerjaan. Namun di tengah segala keterbatasan itu, aktivitas di lapangan tetap berjalan, seolah menegaskan komitmen bahwa perlindungan pesisir tidak bisa ditunda.

Harapan Warga Pesisir

Sejumlah warga menyambut baik pembangunan tersebut. Bagi mereka, proyek ini adalah harapan akan rasa aman dan keberlanjutan hidup di wilayah pesisir.

“Kami mendukung proyek ini karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Tapi kami juga berharap semua aturan dipatuhi agar alam tetap terjaga,” ujar seorang warga Pantai Masang.

Harapan itu sederhana namun bermakna: pembangunan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga bijak terhadap lingkungan.

Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Hingga saat ini, peran pengawas proyek dan instansi terkait menjadi kunci untuk memastikan setiap material, metode kerja, dan tahapan pembangunan sesuai ketentuan. Pengawasan yang kuat akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan proyek ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek, aparat pengawas, dan masyarakat, penanganan abrasi Pantai Masang diharapkan menjadi contoh pembangunan infrastruktur pesisir yang cepat, tepat sasaran, dan bertanggung jawab.

Di ujung tahun 2025, ketika waktu hampir habis, Pantai Masang menjadi saksi bahwa pembangunan bukan hanya soal mengejar target anggaran, tetapi juga tentang menjaga alam dan masa depan masyarakat pesisir Kabupaten Agam.

(Mond)

#Infrastruktur #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update