
Mantan Bupati Dharmasraya Adi Gunawan Berikan Klarifikasi Terkait Vidio Viral di Media Sosial (Dok: dirgantaraonline)
AK47, Dharmasraya — Jagat maya Sumatera Barat mendadak geger. Sebuah video yang menampilkan sosok mirip Adi Gunawan, mantan Bupati Dharmasraya sekaligus Ketua DPD Partai Golkar setempat, beredar luas di media sosial sejak awal pekan ini. Potongan video berdurasi pendek itu menyebar cepat di berbagai platform mulai dari WhatsApp, Facebook, hingga TikTok—dan menimbulkan gelombang spekulasi liar di kalangan masyarakat.
Tak butuh waktu lama, nama Adi Gunawan menjadi topik panas di Dharmasraya. Banyak yang menebak-nebak kebenaran isi video tersebut, sebagian lain langsung menuding tanpa dasar. Di tengah riuhnya opini publik, Adi Gunawan akhirnya memecah kebisuan. Pada Kamis (30/10/2025), ia merilis klarifikasi resmi untuk meluruskan kabar yang disebutnya sangat merugikan diri dan keluarganya.
“Benar, Itu Saya. Tapi Narasinya Tidak Benar Sama Sekali.”
Dalam pernyataannya, Adi Gunawan secara terbuka mengakui bahwa sosok dengan inisial AG dalam video tersebut memang dirinya. Namun, ia menegaskan dengan suara tegas dan nada kecewa: isi narasi yang beredar sama sekali tidak benar.
“Benar, orang dengan inisial AG tersebut adalah saya. Namun, terkait isi narasi di dalam video itu tidak benar adanya. Saya tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang diberitakan,” ujar Adi Gunawan dalam pernyataannya.
Ia menjelaskan, peristiwa dalam video itu berawal dari kesalahpahaman dan adanya tindakan provokatif dari pihak lain. Rekaman tersebut, katanya, kemudian disebarluaskan tanpa izin dan diiringi narasi menyesatkan yang sama sekali tidak sesuai konteks sebenarnya.
Adi mengaku kecewa sekaligus prihatin, karena video itu bukan hanya menyerang dirinya sebagai pribadi, tapi juga mencoreng nama baik keluarga dan reputasinya sebagai tokoh publik.
Seruan untuk Masyarakat: “Jangan Menelan Mentah-Mentah Informasi!”
Dalam surat terbuka yang diterima redaksi, Adi Gunawan menyampaikan pesan yang sarat emosi kepada masyarakat Sumatera Barat, terutama warga Dharmasraya yang pernah ia pimpin.
“Saya berharap masyarakat Dharmasraya dan Sumatera Barat dapat menyaring informasi dengan bijak. Jangan langsung percaya terhadap video atau narasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya,” katanya.
Adi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, sahabat, serta tokoh-tokoh masyarakat yang tetap memberikan dukungan moral di tengah badai isu yang menimpanya.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar kebenaran segera terungkap dan keadilan ditegakkan.
Tuduhan Tak Berdasar dan Dampak Sosial
Dalam video yang kini viral itu, sejumlah akun di media sosial menambahkan narasi liar yang menyebutkan bahwa Adi Gunawan terlibat dalam perilaku menyimpang, bahkan menudingnya sebagai seorang homoseksual. Tuduhan itu pun langsung dibantah keras olehnya.
“Saya tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan. Semua itu tidak benar. Saya mohon agar masyarakat jangan langsung menelan mentah-mentah setiap video atau berita tanpa memastikan sumber dan kebenarannya,” tegasnya.
Adi menilai penyebaran video tersebut bukanlah hal yang terjadi secara kebetulan, melainkan upaya sistematis untuk mencemarkan nama baik dan merusak reputasinya sebagai figur politik di Dharmasraya.
“Ini sudah melewati batas. Saya tidak akan tinggal diam,” tambahnya dengan nada serius. Ia menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam penyebaran video dan pembuatan narasi menyesatkan itu.
Sosok yang Pernah Berjasa untuk Dharmasraya
Nama Adi Gunawan bukanlah sosok asing bagi masyarakat Dharmasraya. Ia dikenal luas sebagai politisi yang aktif di berbagai kegiatan sosial dan pemerintahan. Selain pernah menjabat sebagai Bupati Dharmasraya, ia juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Dharmasraya terpilih serta pernah duduk sebagai anggota DPRD Dharmasraya.
Kiprahnya di dunia politik daerah membuatnya memiliki banyak pendukung sekaligus lawan politik. Karena itu, banyak pihak menilai kasus video viral ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik lokal yang tengah memanas menjelang tahun politik 2025–2026.
Masyarakat Diminta Tidak Memperkeruh Suasana
Hingga kini, kasus ini masih menjadi sorotan tajam publik Sumatera Barat. Sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan menyerukan agar semua pihak menahan diri, tidak menyebarkan ulang video tersebut, serta tidak memperkeruh keadaan dengan komentar yang tidak berdasar.
Pihak kepolisian sendiri disebut telah menerima laporan terkait dugaan pencemaran nama baik tersebut, meski belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan secara terbuka.
Gelombang Empati dan Ujian Reputasi
Kasus ini menjadi ujian berat bagi Adi Gunawan. Di tengah derasnya arus informasi dan kebebasan media sosial, reputasi seorang tokoh publik kini bisa hancur hanya karena satu video tanpa konteks. Namun, dengan tampilnya Adi Gunawan untuk memberikan klarifikasi langsung, ia mencoba mengembalikan narasi ke jalur kebenaran.
Bagi sebagian warganet, keberanian mantan bupati ini untuk berbicara terbuka justru menunjukkan sisi manusiawinya bahwa di balik jabatan dan nama besar, ada seseorang yang juga bisa menjadi korban fitnah dan manipulasi digital.
Kasus ini belum berakhir.
Namun satu hal yang pasti, klarifikasi Adi Gunawan menjadi pengingat bahwa di era viral dan “share dulu, klarifikasi belakangan”, reputasi seseorang bisa rusak bukan karena kesalahannya, melainkan karena kelengahan publik dalam menyaring informasi.
(AK)
#Klarifikasi #Headline #Viral #Peristiwa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar