-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Audero Jadi Pahlawan di GBK, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Drama 120 Menit dan Adu Penalti

Senin, 05 Oktober 2026 | Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T17:08:57Z

Audero Jadi Pahlawan di GBK, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Drama 120 Menit dan Adu Penalti



AK47, Jakarta - Malam panjang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akhirnya menjadi milik Indonesia.


Setelah melewati pertandingan penuh drama selama 120 menit, tertinggal, menyamakan kedudukan, kembali tertinggal, hingga akhirnya memaksa laga ditentukan melalui adu penalti, Timnas Indonesia berhasil menaklukkan Thailand dan memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026).


Di tengah ketegangan yang memuncak, Emil Audero tampil sebagai sosok penentu.


Penjaga gawang Como 1907 tersebut menjadi tembok terakhir Indonesia ketika drama adu penalti berlangsung. Satu penyelamatan penting Audero terhadap eksekutor Thailand, Nattapong Sayriya, menjadi momen yang memastikan trofi jatuh ke tangan skuad Garuda.


Namun, perjalanan Indonesia menuju gelar juara sama sekali tidak mudah.


Pertandingan final tersebut berubah menjadi pertarungan mental, fisik, sekaligus kesabaran. Bahkan ketika Thailand kehilangan satu pemain sejak menit ke-81, Indonesia tetap harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan.


Indonesia Unggul, Thailand Membalas


Indonesia lebih dahulu membuka keunggulan pada menit ke-84.


Kesempatan tersebut lahir melalui skema bola mati. Dean James mengambil tendangan bebas dan mengirim bola ke arah pertahanan Thailand.


Bola kemudian berubah arah setelah mengenai pemain Thailand, Iklas Sanron.


Perubahan arah tersebut membuat bola sulit dihentikan dan akhirnya bersarang di gawang Thailand.


Indonesia unggul 1-0.


Situasi semakin menguntungkan bagi skuad Garuda setelah Thailand harus bermain dengan 10 pemain.


Bek Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81 setelah melakukan pelanggaran terhadap penyerang Indonesia, Ole Romeny.


Dengan keunggulan jumlah pemain, Indonesia seharusnya memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan permainan.


Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai skenario.


Thailand justru mampu menemukan celah di pertahanan Indonesia.


Pada periode akhir pertandingan, Indonesia kesulitan menghasilkan peluang matang. Thailand memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan serangan balik.


Hasilnya datang melalui Iklas.


Menerima operan matang dari pemain pengganti Seksan Ratree di dalam kotak penalti Indonesia, Iklas mendapatkan ruang yang cukup untuk melepaskan tembakan.


Tanpa pengawalan berarti, ia menaklukkan Audero.


Skor berubah menjadi 1-1.


Thailand Membalikkan Keadaan


Drama belum berhenti.


Pertandingan memasuki babak tambahan waktu dengan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk menentukan kemenangan.


Indonesia mencoba terus menekan. Namun, kelengahan di lini belakang kembali menjadi masalah.


Pada menit ke-111, Thailand justru berhasil membalikkan keadaan.


Berawal dari serangan balik cepat, Peeradol Chamramee memanfaatkan celah pertahanan Indonesia dan mencetak gol.


Thailand berbalik unggul 2-1.


SUGBK seketika berada dalam tekanan.


Indonesia hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan pertandingan.


Kekalahan di depan pendukung sendiri semakin dekat.


Tetapi skuad Garuda belum menyerah.


Baggott Menghidupkan Napas Indonesia


Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir dan waktu semakin menipis, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.


Pada menit ke-115, bek Indonesia tersebut mencetak gol yang membuat kedudukan kembali sama kuat.


Gol itu lahir dari sebuah rangkaian serangan yang dibangun Egy Maulana Vikri dan Rizky Ridho.


Rizky kemudian mengirimkan operan matang kepada Baggott.


Bek tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Bola bersarang di gawang Thailand.

2-2.


Indonesia kembali hidup.


Thailand yang sebelumnya berada di ambang kemenangan harus menerima kenyataan bahwa pertandingan kembali terbuka.


Hanya beberapa menit tersisa, tetapi kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan.


Peluit panjang berbunyi.

Skor 2-2.


Juara harus ditentukan melalui adu penalti.


Empat Bek Indonesia Sempurna dari Titik Putih


Drama kemudian berpindah ke titik putih.


Indonesia mempercayakan tugas berat tersebut kepada empat pemain.


Uniknya, keempat eksekutor yang ditunjuk semuanya berposisi sebagai pemain bertahan.


Dean James. Elkan Baggott. Shayne Pattynama. Kevin Diks.


Keempatnya tampil dingin di bawah tekanan.


Satu demi satu eksekusi berhasil menggetarkan gawang Thailand.


Tidak ada yang gagal.


Empat kesempatan, empat gol.


Kini tekanan berada di pihak Thailand.


Sarach Gagal, Audero Menjadi Penentu


Thailand sebenarnya memiliki kesempatan untuk menjaga asa.


Namun, Sarach Yooyen gagal menjalankan tugasnya.


Sepakannya dari titik penalti tidak menemukan sasaran karena bola membentur tiang sisi kiri gawang Indonesia.


Tekanan semakin besar ketika Nattapong Sayriya maju sebagai penendang keempat Thailand.


Di bawah sorotan puluhan ribu pasang mata, Nattapong mengambil ancang-ancang.


Di bawah mistar, Audero menunggu.


Dan ketika bola dilepaskan, Audero membaca arahnya dengan sempurna.


Ditepis!


Audero menggagalkan eksekusi Nattapong.


Momen tersebut sekaligus menjadi akhir dari perjuangan panjang Indonesia.


Para pemain Indonesia merayakan kemenangan. Dari lapangan hingga tribun, kegembiraan pecah setelah perjuangan selama 120 menit akhirnya menemukan jawabannya.


Dari Ketertinggalan Menuju Trofi


Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi buah dari perjuangan yang nyaris tidak pernah berjalan mulus.


Indonesia sempat unggul 1-0, kemudian disamakan Thailand.


Sempat kembali tertinggal 1-2 pada babak tambahan, sebelum Baggott mencetak gol penyelamat pada menit ke-115.


Setelah itu, semuanya ditentukan dari titik putih.


Dan ketika empat eksekutor Indonesia menjalankan tugas dengan sempurna, Audero memberikan sentuhan terakhir.


Satu penyelamatan.


Satu momen.


Satu trofi.


Emil Audero akhirnya menjadi pahlawan Indonesia di malam paling dramatis di SUGBK.


Baggott menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.


Empat bek memastikan Indonesia tetap sempurna dari titik penalti.


Dan Audero menutup semuanya dengan satu penyelamatan yang mengantarkan Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.


Malam itu, Garuda tidak hanya memenangkan pertandingan.


Garuda memenangkan pertarungan mental.


(AK)


#Headline #Sepakbola #Olahraga

×
Berita Terbaru Update