
Hunian Mewah Gegerkan Lapas Cibinong, Ferdy Sambo Ikut Diperiksa
AK47, Jakarta - Temuan hunian mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, membuka persoalan serius soal pengawasan dan tata kelola di balik tembok penjara.
Temuan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan ruangan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bahkan turun melakukan pemeriksaan terhadap puluhan warga binaan, termasuk terpidana kasus pembunuhan Ferdy Sambo.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026), Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah kelompok warga binaan.
“Direktorat Pamintel dan Direktorat Patnal melakukan pemeriksaan terhadap 21 WB yang mengikuti kegiatan asimilasi di SAE, 33 WB kasus tipikor dan satu WB atas nama Ferdy Sambo,” kata Mashudi.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Ditjenpas tidak memandang temuan di Lapas Cibinong sebagai persoalan sepele.
Bukan Hanya Soal Kamar, Tapi Soal Pengawasan
Temuan hunian mewah menjadi sorotan karena lapas semestinya merupakan tempat pelaksanaan pidana dengan sistem pengamanan dan pembinaan yang memiliki aturan ketat.
Karena itu, munculnya fasilitas yang disebut tidak lazim di dalam lingkungan lapas memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana pengawasan berjalan dan siapa yang mengetahui keberadaan fasilitas tersebut?
Ditjenpas kemudian membentuk tim investigasi untuk mengusut temuan tersebut.
Hasil investigasi berujung pada penonaktifan sejumlah pegawai Lapas Cibinong. Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto juga dinonaktifkan.
Mashudi menyebut Ditjenpas menerbitkan dua surat keputusan terkait penunjukan pelaksana harian untuk sejumlah posisi di Lapas Cibinong.
“Penerbitan SK Nomor PAS-SA.04.02-3417 dan Nomor PAS-04.01-3419 tentang penunjukan plh pejabat kalapas, kepala KPLP, kasi binadik, kasi kamtib, dan kaur umum Lapas Kelas IIA Cibinong,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi konsekuensi administratif setelah investigasi dilakukan.
Ditjenpas: Hunian Mewah Milik Pegawai
Namun, ada fakta lain yang tak kalah menarik.
Menurut hasil investigasi Ditjenpas, hunian yang menjadi sorotan tersebut ternyata disebut milik pegawai lapas, bukan milik narapidana.
Keterangan ini menggeser pertanyaan publik.
Jika fasilitas tersebut memang milik pegawai, maka persoalannya bukan sekadar apakah narapidana mendapatkan kamar istimewa, tetapi bagaimana fasilitas semacam itu bisa berada di lingkungan lapas dan dapat ditemukan dalam proses pemeriksaan.
Dengan kata lain, status kepemilikan ruangan tidak serta-merta menghapus pertanyaan mengenai pengawasan.
Justru dari sinilah pentingnya memastikan siapa yang menggunakan ruangan tersebut, bagaimana aksesnya, sejak kapan fasilitas itu tersedia, serta apakah keberadaannya sesuai dengan ketentuan internal pemasyarakatan.
Bir di Kulkas Juga Jadi Sorotan
Temuan lain yang ikut mengundang perhatian adalah keberadaan bir di dalam kulkas.
Barang tersebut tentu memunculkan pertanyaan tersendiri mengingat lokasinya berada di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Mashudi memberikan klarifikasi bahwa bir tersebut merupakan milik pegawai lapas.
Dia membantah bahwa minuman tersebut merupakan milik warga binaan.
Keterangan ini penting dicatat agar temuan tersebut tidak serta-merta diarahkan kepada narapidana tanpa dasar pemeriksaan yang jelas.
Namun demikian, keberadaan minuman tersebut tetap menyisakan pertanyaan mengenai standar pengawasan barang dan fasilitas di dalam lingkungan lapas.
Foto Jimmy Masrin Bukan Milik Pribadi
Sorotan berikutnya datang dari sebuah bingkai foto terpidana korupsi Jimmy Masrin yang ditemukan berada di atas meja.
Sekilas, keberadaan foto tersebut dapat memunculkan dugaan mengenai hubungan antara ruangan dan warga binaan yang bersangkutan.
Namun Ditjenpas memberikan penjelasan berbeda.
Mashudi mengatakan foto Jimmy Masrin merupakan barang hasil sitaan, bukan barang pribadi yang berada di ruangan tersebut.
Artinya, berdasarkan keterangan Ditjenpas, foto itu tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa ruangan tersebut merupakan fasilitas pribadi Jimmy Masrin.
Ferdy Sambo Ikut Diperiksa
Di tengah kontroversi tersebut, nama Ferdy Sambo ikut mencuat.
Sambo menjadi salah satu warga binaan yang diperiksa oleh Direktorat Pamintel dan Direktorat Patnal Ditjenpas.
Namun, pemeriksaan terhadap Sambo perlu ditempatkan secara proporsional. Fakta bahwa seseorang diperiksa tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa orang tersebut terlibat dalam temuan hunian mewah.
Pemeriksaan justru merupakan bagian dari proses untuk menggali informasi dan memastikan fakta di lapangan.
Yang menjadi perhatian lebih luas adalah bagaimana sistem pengawasan di Lapas Cibinong dapat memastikan tidak ada fasilitas atau perlakuan khusus yang bertentangan dengan aturan.
DPR Kini Punya Alasan untuk Menggali Lebih Dalam
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka.
Jika hunian tersebut milik pegawai, mengapa fasilitas itu bisa muncul dan bertahan di dalam lingkungan lapas?
Jika bir merupakan milik pegawai, bagaimana mekanisme pengawasan terhadap barang yang masuk dan disimpan di lingkungan lapas?
Dan jika foto Jimmy Masrin merupakan barang sitaan, mengapa barang tersebut berada di ruangan yang kemudian menjadi bagian dari temuan?
Pertanyaan-pertanyaan itu penting bukan untuk membangun kesimpulan sebelum waktunya, melainkan untuk memastikan investigasi tidak berhenti pada pencopotan atau penonaktifan pejabat.
Sebab, persoalan yang lebih besar adalah memastikan sistem pengawasan pemasyarakatan benar-benar bekerja.
Temuan di Lapas Cibinong kini telah masuk ke ruang publik dan menjadi perhatian Komisi XIII DPR. Pemeriksaan terhadap puluhan warga binaan, termasuk Ferdy Sambo, serta penonaktifan sejumlah pejabat menunjukkan bahwa perkara ini memiliki dimensi tata kelola yang perlu diurai secara menyeluruh.
Publik pada akhirnya membutuhkan satu hal: penjelasan yang terang mengenai siapa melakukan apa, siapa bertanggung jawab, dan bagaimana kejadian serupa tidak kembali terjadi di balik tembok lapas.
(AK)
#LapasCibinong #Nasional #Headline