-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

10 Gebrakan Jokowi Bersama PSI Menuju Pemilu 2029, dari Konsolidasi hingga Turun ke Akar Rumput

Minggu, 27 September 2026 | September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-27T07:08:23Z

10 Gebrakan Jokowi Bersama PSI Menuju Pemilu 2029, dari Konsolidasi hingga Turun ke Akar Rumput



AK47, Bandung -  Langkah politik Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memasuki babak yang semakin terbuka. Setelah hampir setahun aktivitas politiknya kerap dikaitkan dengan partai berlambang gajah tersebut, Jokowi akhirnya menunjukkan secara langsung Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI di hadapan kader di Bandung.


Momen itu berlangsung saat Jokowi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Di hadapan kader dan jajaran elite PSI, Jokowi menyatakan dirinya telah menjadi bagian dari PSI sejak 14 Oktober 2025.


"Saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang enggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini," kata Jokowi.


Jokowi bahkan membacakan nomor keanggotaan yang tercantum dalam KTA tersebut, yakni S337220257777777. Ia kemudian menegaskan agar tidak ada lagi keraguan mengenai statusnya sebagai bagian dari keluarga besar PSI.


Pengumuman di Bandung tersebut sekaligus mempertegas rangkaian aktivitas Jokowi bersama PSI sepanjang 2026. Sebelumnya, ia hadir dalam agenda nasional partai, menyatakan kesediaan turun membantu konsolidasi hingga tingkat kecamatan, mendorong pembentukan struktur sampai akar rumput, serta melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.


Berikut 10 langkah utama Jokowi bersama PSI yang menandai persiapan menuju Pemilu 2029:


1. Hadiri Rakernas PSI di Makassar


Salah satu momentum penting terjadi pada Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, 31 Januari 2026.


Jokowi hadir memberikan pengarahan kepada kader PSI yang mengikuti forum nasional tersebut. Kehadirannya bukan sekadar seremoni. Dalam forum itu, ia berbicara mengenai kebutuhan membangun mesin politik yang besar apabila PSI memiliki target politik yang besar pada Pemilu 2029.


Jokowi meminta struktur partai tidak berhenti di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, mesin organisasi harus benar-benar menjangkau lapisan masyarakat paling bawah.


"Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi. Semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, saya masih sanggup. Kalau perlu, sampai ke kecamatan saya masih sanggup," ujar Jokowi.


Pesan tersebut memperlihatkan pola pendekatan yang kemudian berulang dalam sejumlah agenda PSI berikutnya: memperkuat struktur sekaligus memastikan struktur tersebut aktif bekerja.


2. Nyatakan Siap Turun hingga Tingkat Kecamatan


Dari Makassar, Jokowi menyampaikan kesediaannya membantu PSI bukan hanya di level nasional.


Ia menyatakan siap mendatangi provinsi, kabupaten/kota, bahkan kecamatan apabila diperlukan untuk membantu konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2029.


Bagi Jokowi, target politik yang besar membutuhkan mesin organisasi yang besar pula. Karena itu, ia meminta kader PSI bekerja secara serius dan militan.


"Target PSI ini target besar, targetnya tinggi, jadi mesinnya harus mesin besar," ujar Jokowi dalam pengarahan Rakernas PSI.


Pernyataan itu menjadi salah satu indikasi bahwa keterlibatan Jokowi bersama PSI tidak berhenti pada posisi simbolik, tetapi diarahkan pula pada kegiatan organisasi di lapangan.


3. Mendorong Struktur Partai sampai Akar Rumput


Jokowi juga memberikan perhatian khusus terhadap struktur organisasi PSI.


Ia meminta jaringan partai dibangun hingga tingkat paling bawah, termasuk RT dan RW. Menurut Jokowi, keberadaan struktur secara administratif saja tidak cukup. Struktur harus hidup dan bekerja.


Pandangan tersebut kembali terlihat ketika Jokowi hadir di Bandung. Ia mengapresiasi PSI Kota Bandung yang disebut telah menyelesaikan struktur hingga tingkat DPRt, namun mengingatkan agar struktur yang telah terbentuk tidak hanya menjadi daftar kepengurusan.


Dalam pandangan Jokowi, kekuatan organisasi justru ditentukan oleh seberapa aktif kader hadir di tengah masyarakat.


4. Memulai Safari Politik dari Lampung


Rangkaian aktivitas Jokowi bersama PSI kemudian berlanjut ke Lampung pada akhir Juni 2026.


Pada 26 Juni, Jokowi menghadiri Rakorda PSI di Kabupaten Mesuji. Dalam kesempatan itu, ia menyebut Lampung sebagai salah satu daerah yang struktur organisasinya telah berkembang hingga tingkat desa.


Jokowi mengapresiasi pengurus PSI Lampung karena struktur partai di wilayah tersebut disebut hampir sepenuhnya terbentuk hingga tingkat desa.


Namun, lagi-lagi ia menekankan bahwa pembentukan struktur bukanlah tujuan akhir. Struktur tersebut harus dihidupkan melalui kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat.


Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sejumlah agenda PSI di Lampung, termasuk Rakorda PSI Kota Bandar Lampung dan pertemuan dengan kader.


5. Semakin Terbuka Menggunakan Atribut PSI


Aktivitas Jokowi bersama PSI di daerah juga ditandai dengan semakin terbukanya identitas politik tersebut.


Dalam rangkaian kunjungan Lampung, Jokowi tampil dalam sejumlah agenda yang berkaitan langsung dengan kegiatan PSI. Momentum itu memperlihatkan keterlibatan yang semakin terbuka antara mantan presiden tersebut dengan aktivitas partai.


Kehadiran Jokowi dalam agenda daerah menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi yang berlangsung sebelum ia secara terbuka menunjukkan KTA PSI di Bandung.


Dengan demikian, pengumuman di Bandung bukan muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya telah terdapat rangkaian kegiatan yang memperlihatkan keterlibatan Jokowi dalam agenda PSI di tingkat nasional maupun daerah.


6. Membicarakan Target PSI Menuju Senayan


Dalam sejumlah pengarahan kepada kader, Jokowi juga berbicara mengenai target PSI pada Pemilu 2029.


Di Bandung, ia menegaskan target PSI tidak semata-mata masuk ke DPR RI. Jokowi menyebut PSI harus menyiapkan diri menghadapi berapa pun besaran ambang batas parlemen yang nantinya berlaku.


"Mau parliamentary threshold 5 persen, oke enggak masalah. Mau 6 persen, enggak masalah. Mau 7 persen, enggak masalah. Mau 8 persen, enggak masalah," kata Jokowi.


Bagi Jokowi, persoalan utamanya bukan angka ambang batas tersebut. Ia justru mengarahkan perhatian kader pada kerja organisasi.


"Saudara-saudara bekerja keras untuk partai. Strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja. Kuncinya hanya di situ," ujarnya.


Pernyataan itu menggambarkan strategi yang ditekankan Jokowi: membangun organisasi terlebih dahulu dan memastikan jaringan politik bekerja sebelum hari pemungutan suara.


7. Mendorong Kader Dekat dengan Warga


Jokowi juga mengingatkan kader PSI agar tidak hanya hadir ketika pemilu sudah dekat.


Ia mendorong kader membangun hubungan sosial dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti takziah, menghadiri pernikahan, tahlilan, kegiatan sosial, hingga membantu warga disebut sebagai bagian dari cara membangun kedekatan.


Di Bandung, Jokowi bahkan meminta kader membangun jaringan dengan berbagai komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.


"Kita ini yang dicari adalah dukungan rakyat, dukungan masyarakat, dukungan warga," kata Jokowi.


Pesan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi menempatkan interaksi langsung dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam kerja organisasi PSI menuju 2029.


8. Melanjutkan Safari Politik ke Nusa Tenggara Timur


Setelah Lampung, agenda Jokowi bersama PSI berlanjut ke Nusa Tenggara Timur pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.


Jokowi berangkat menuju Kupang pada 31 Juli 2026. Di NTT, ia dijadwalkan menghadiri agenda PSI, bertemu relawan dan kader, serta melakukan sejumlah kegiatan bersama masyarakat.


Kunjungan tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan internal partai. Rangkaian agenda juga mencakup interaksi dengan masyarakat serta kegiatan di ruang publik.


Sebelum kunjungan, Sekretaris DPW PSI NTT Junaidin Mahasan menyebut kedatangan Jokowi sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan relawan di daerah tersebut. Pernyataan itu merupakan pandangan dari internal PSI mengenai arti politik kunjungan tersebut.


9. Blusukan dan Menyapa Masyarakat di Kupang


Di NTT, Jokowi juga menjalankan agenda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


Salah satunya kegiatan di ruang publik Kota Kupang, termasuk agenda Car Free Day di Jalan El Tari. Rangkaian kunjungan tersebut juga diisi pertemuan dengan warga dan relawan.


Pola ini memperlihatkan bahwa agenda Jokowi bersama PSI tidak seluruhnya berlangsung di ruang rapat partai. Sebagian kegiatan dikemas dalam bentuk pertemuan terbuka dan interaksi langsung dengan masyarakat.


Bagi PSI, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi politik di daerah. Namun, dampaknya terhadap perolehan suara pada Pemilu 2029 tentu baru dapat dinilai setelah proses pemilu berlangsung.


10. Membuka Kartu Anggota di Bandung


Puncak rangkaian aktivitas tersebut sejauh ini terjadi di Bandung.


Dalam Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026), Jokowi secara terbuka menunjukkan KTA PSI miliknya.


Ia menyebut keanggotaannya berlaku sejak 14 Oktober 2025 dan membacakan nomor KTA S337220257777777 di hadapan kader.


Langkah itu menjadi penegasan publik setelah selama hampir setahun keterlibatan Jokowi dengan PSI menjadi perhatian politik nasional.


"Saya enggak tahu kenapa nomor 7-nya kok banyak sekali," kata Jokowi sembari menyinggung deretan angka tujuh dalam nomor keanggotaannya. Setelah itu, ia kembali menegaskan bahwa dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI.


Rakorda Bandung juga dihadiri Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan sejumlah jajaran elite partai. Dalam forum tersebut, Jokowi kembali mengingatkan kader agar struktur partai yang telah terbentuk tidak berhenti sebagai struktur administratif, melainkan benar-benar bekerja di masyarakat.


Dari KTA ke Kursi Dewan Pembina


Pengungkapan KTA tersebut juga membuka babak baru mengenai posisi Jokowi di PSI.


Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyampaikan bahwa Jokowi kemungkinan akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026. Pengukuhan itu disebut kemungkinan berlangsung bersamaan dengan Rapimnas dan peringatan HUT PSI di Surabaya pada 16 November 2026.


Dengan demikian, perkembangan politik Jokowi bersama PSI berlangsung secara bertahap.


Dimulai dari kehadiran dalam forum partai, pengarahan kader, kesediaan turun ke daerah, penguatan struktur, safari politik, hingga akhirnya pengungkapan KTA secara terbuka.


Menuju 2029, Mesin Partai Menjadi Fokus


Jika seluruh rangkaian tersebut dibaca sebagai satu kesatuan, terdapat satu pesan yang berulang dari Jokowi: struktur partai harus hidup dan bekerja.


Jokowi tidak hanya berbicara mengenai target elektoral, tetapi berkali-kali mengarahkan kader untuk membangun jaringan hingga tingkat bawah dan menjaga hubungan dengan masyarakat.


PSI sendiri secara terbuka menempatkan Pemilu 2029 sebagai salah satu sasaran utama konsolidasi politiknya. Dalam Rakernas PSI di Makassar, Ketua Umum Kaesang Pangarep juga menyerukan persiapan menuju Pemilu 2029 dan penguatan kerja politik partai.


Kehadiran Jokowi kemudian memberikan dimensi baru terhadap agenda tersebut.


Bagi PSI, bergabungnya tokoh nasional yang pernah menjabat presiden selama dua periode menjadi bagian penting dari konsolidasi internal mereka. Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyatakan kehadiran Jokowi meningkatkan keyakinan internal partai menghadapi Pemilu 2029. Pernyataan tersebut merupakan optimisme dari pihak PSI, bukan hasil pemilu atau ukuran elektoral yang sudah dapat dipastikan.


Sementara bagi Jokowi, pesan yang disampaikan dalam berbagai kesempatan relatif konsisten: PSI harus bekerja, membangun struktur, mendekati masyarakat, dan tidak menjadikan ambang batas parlemen sebagai alasan untuk tidak bergerak.


Dengan waktu menuju Pemilu 2029 yang masih cukup panjang, rangkaian safari dan konsolidasi tersebut menjadi bagian dari dinamika politik yang masih terus berkembang.


Satu hal yang kini sudah terang: Jokowi tidak lagi hanya hadir sebagai tokoh yang dikaitkan dengan PSI dari luar. Ia telah menyatakan secara terbuka bahwa dirinya merupakan anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.


Dan Bandung, 26 September 2026, menjadi panggung ketika status tersebut akhirnya diperlihatkan langsung melalui sebuah kartu anggota.


Perjalanan berikutnya akan ditentukan oleh bagaimana struktur yang selama ini dibangun bekerja di lapangan, bagaimana PSI mengonsolidasikan kadernya, serta bagaimana dinamika politik nasional berkembang hingga Pemilu 2029.


(AK)


#Nasional #Politik #Jokowi #PSI #Headline

×
Berita Terbaru Update