-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rapat Paripurna Istimewa HJK ke-357, Fadly Amran Paparkan Arah Transformasi Padang Menuju Kota Tangguh, Maju, dan Mendunia

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T15:41:49Z

Rapat Paripurna Istimewa HJK ke-357, Fadly Amran Paparkan Arah Transformasi Padang Menuju Kota Tangguh, Maju, dan Mendunia



AK47, Padang Kota Padang resmi memasuki usia ke-357 pada Jumat (7/8/2026). Momentum bersejarah tersebut diperingati melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang di Gedung DPRD Kota Padang yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Perayaan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan Kota Padang menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.


Rapat Paripurna Istimewa dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov Adib Alfikri, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion beserta seluruh anggota DPRD, unsur Forkopimda, mantan wali kota dan wakil wali kota, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, TP-PKK Provinsi dan Kota Padang, GOW, Dharma Wanita Persatuan, alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga perwakilan bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.


Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembangunan Kota Padang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.


Hari Jadi Kota, Saat Menatap Masa Depan dengan Keberanian


Dalam pidato peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357, Wali Kota Fadly Amran mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari jadi sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan kota sekaligus menyiapkan langkah besar menuju masa depan.


Menurutnya, Hari Jadi Kota bukan hanya mengenang sejarah panjang Kota Padang, tetapi juga menjadi kesempatan melihat masa lalu dengan penuh penghormatan, membaca kondisi saat ini secara jujur, dan menatap masa depan dengan keberanian.


"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan," tegas Fadly Amran.


Ia menegaskan bahwa seluruh arah pembangunan tetap berpijak pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai identitas yang menjadi fondasi pembangunan Kota Padang.


Transformasi Ekonomi Jadi Agenda Besar Kota Padang


Fadly menjelaskan, pemerintah kini tengah menjalankan agenda besar berupa Transformasi Ekonomi Kota Padang. Menurutnya, transformasi tersebut bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi mengubah struktur ekonomi agar lebih produktif, berkeadilan, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.


Transformasi itu diarahkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan investasi, pengembangan perdagangan dan jasa, perluasan lapangan kerja, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, hingga pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.


"Untuk meletakkan fondasi pencapaiannya, arah jangka panjang tersebut dijabarkan dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta infrastruktur yang tangguh terhadap bencana," jelasnya.


Tiga Kekuatan Besar Padang


Dalam kesempatan itu, Fadly memaparkan tiga kekuatan utama yang dimiliki Kota Padang sebagai modal besar pembangunan.


Pertama, Padang sebagai Kota Pendidikan. Saat ini terdapat 46 perguruan tinggi swasta ditambah berbagai perguruan tinggi negeri yang menjadi tujuan belajar lebih dari 180 ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.


Menurutnya, keberadaan mahasiswa, dosen, peneliti, hingga tenaga profesional menciptakan ekosistem ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi hingga ekonomi kreatif.


Kedua, Padang sebagai Kota Pariwisata. Fadly mengungkapkan kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar 5,3 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,3 juta wisatawan.


Peningkatan tersebut turut berdampak pada pendapatan daerah. Retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target yang ditetapkan.


Namun demikian, menurut Fadly, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah wisatawan, melainkan memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan belanja wisata, memperbaiki kualitas destinasi, serta memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat.


Ketiga, Padang merupakan Kota Perdagangan dan Konektivitas.


"Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera," ujar Fadly.


Banjir Jadi Momentum Membangun Kota yang Lebih Tangguh


Dalam pidatonya, Fadly juga menyinggung bencana banjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus 2026.


Ia menyampaikan rasa prihatin kepada seluruh masyarakat yang terdampak sekaligus memastikan Pemerintah Kota Padang terus bekerja bersama seluruh unsur dalam melakukan penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.


Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan menggunakan prinsip Build Back Better, yakni membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik sehingga kota menjadi lebih aman dan tangguh.


"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukup dikembalikan seperti semula. Semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya," katanya.


Fadly juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan banjir, mulai dari BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, perangkat daerah, relawan, dunia usaha hingga masyarakat yang bergotong royong membantu warga terdampak.


DPRD Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi


Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menilai berbagai prestasi yang telah diraih Pemerintah Kota Padang harus menjadi motivasi untuk menghadapi tantangan pembangunan yang masih cukup besar.


Menurutnya, tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.


"Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik. Untuk mencapai itu perlu kolaborasi. Mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang," ujarnya.


Pemprov Sumbar: Kemajuan Padang adalah Kemajuan Sumatera Barat


Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Asisten II Setdaprov Adib Alfikri menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selalu memandang kemajuan Kota Padang sebagai kemajuan seluruh daerah di Sumatera Barat.


Menurutnya, pembangunan Kota Padang tidak hanya membangun ibu kota provinsi, tetapi juga menjaga marwah dan kebanggaan masyarakat Minangkabau.


"Pembangunan Kota Padang tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab Pemko Padang semata, tetapi merupakan kerja bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan seluruh masyarakat," katanya.


Denny Abdi Soroti Diplomasi Daerah dan Penataan Batang Arau


Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang, khususnya dalam membangun kerja sama internasional yang diyakininya dapat membuka peluang investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang," ujarnya.


Ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota Padang dalam melakukan penataan kawasan Batang Arau.


Menurut Denny, pembersihan Batang Arau tidak hanya mengangkat sampah dan bangkai kapal, tetapi juga menata kawasan permukiman sehingga masyarakat tidak lagi membuang limbah ke sungai.


"Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong. Yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality," ungkapnya.


Momentum Menyatukan Langkah Menuju Padang yang Lebih Maju


Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang ke-357 menjadi penegasan bahwa pembangunan Kota Padang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan identitas budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sektor pendidikan, perdagangan, pariwisata, serta pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.


Di usia ke-357, Kota Padang menatap masa depan dengan optimisme. Semangat kolaborasi yang ditunjukkan seluruh unsur pemerintah, legislatif, dunia usaha, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan Padang sebagai kota yang modern, religius, berdaya saing, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya Minangkabau.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah #HJKPadang357

×
Berita Terbaru Update