
Hujan Tak Henti, Banjir Kepung Kota Padang: Warga Dievakuasi, Pemerintah Siaga Hadapi Ancaman Susulan
AK47, Padang – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) melumpuhkan aktivitas di sejumlah wilayah. Luapan sungai dan tingginya debit air menyebabkan banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Kuranji, Kecamatan Nanggalo, hingga sebagian kawasan Kecamatan Pauh. Di tengah kondisi yang terus memburuk, pemerintah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat mengevakuasi warga yang terdampak.
Banjir yang datang setelah hujan mengguyur tanpa henti membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Air terus menggenangi rumah-rumah penduduk, memutus akses di sejumlah titik, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Di Kecamatan Kuranji, kawasan Lapau Munggu, Guo, Kampung Tanjung, Korong Gadang, serta sejumlah titik di Kelurahan Kuranji menjadi wilayah yang paling terdampak. Tingginya curah hujan menyebabkan debit sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.
Petugas BPBD bersama pemerintah kecamatan berjibaku mengevakuasi masyarakat yang masih berada di rumah-rumah yang terendam banjir. Prioritas penyelamatan diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, mengatakan seluruh personel terus bersiaga di lapangan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memperparah situasi.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak berada di lokasi yang berada di pinggir sungai karena kondisi cuaca masih berpotensi menyebabkan debit air meningkat. Saat ini proses evakuasi warga terdampak masih terus dilakukan bersama BPBD," ujar Rozaldi.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Warga diminta tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila kondisi air terus meningkat dan segera mengikuti arahan petugas.
Sementara itu, Kecamatan Nanggalo juga mengalami kondisi yang tidak kalah memprihatinkan. Kelurahan Tabing Banda Gadang, Lapai, dan Gurun Laweh menjadi wilayah yang mengalami genangan cukup parah. Sejumlah ruas jalan berubah menjadi aliran air sehingga aktivitas masyarakat lumpuh dan menyulitkan proses evakuasi.
Camat Nanggalo, David Ferdinand, mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kelurahan dan BPBD untuk memastikan seluruh warga yang terjebak dapat segera dievakuasi.
"Saat ini kami masih melakukan koordinasi terkait warga yang terjebak di lokasi banjir. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem dan menjauhi daerah-daerah yang rawan banjir demi keselamatan bersama," katanya.
Selain fokus pada proses penyelamatan, pemerintah juga mulai melakukan pendataan terhadap rumah, fasilitas umum, serta wilayah yang terdampak banjir. Namun, proses tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal karena masih banyak lokasi yang sulit dijangkau akibat tingginya genangan air.
Petugas terus menyisir kawasan terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal, sekaligus menyalurkan bantuan awal bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai maupun daerah rendah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan BPBD serta segera menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan evakuasi maupun penanganan darurat.
Hingga Senin sore, proses evakuasi, pemantauan debit air, dan pendataan dampak banjir masih terus berlangsung. Pemerintah berharap cuaca segera membaik agar penanganan dapat dilakukan lebih maksimal dan aktivitas masyarakat dapat kembali pulih.
(AK)
#Headline #Banjir #Daerah #Padang #Peristiwa