-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Geger Sijunjung! Mobil Empat Pria yang Mengaku Wartawan Dirusak Massa, Berawal dari Polemik Pelansiran BBM

Kamis, 27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T10:01:32Z

Ilustrasi AI 



AK47, Sijunjung — Suasana dini hari di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar), mendadak memanas. Sebuah mobil yang ditumpangi empat pria yang mengaku sebagai wartawan asal Provinsi Riau menjadi sasaran amukan massa.


Peristiwa yang terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB itu kini menjadi perhatian. Persoalannya disebut bermula dari pemberitaan mengenai dugaan aktivitas pelansiran bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di wilayah tersebut.


Video aksi massa yang beredar memperlihatkan situasi tegang ketika kendaraan tersebut dikerumuni sejumlah orang. Massa kemudian melakukan perusakan terhadap mobil yang ditumpangi keempat pria tersebut.


Namun di balik aksi perusakan itu, polisi kini tengah membongkar rangkaian kejadian yang mendahuluinya.


Kasi Humas Polres Sijunjung AKP Irwan Doni mengatakan, keempat pria tersebut sebelumnya diduga mendatangi pihak SPBU dan mengaitkan kedatangan mereka dengan persoalan pemberitaan mengenai pelansiran BBM.


“Pengakuannya berkaitan pemberitaan pelansiran BBM. Sudah dicek, ternyata tidak ada. Mereka sudah sering ke sana. Sering memberitakan persoalan tersebut,” kata Irwan saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).


Dugaan Ancaman Jadi Pemicu Ketegangan


Situasi disebut semakin panas setelah keempat pria itu diduga menyampaikan ancaman akan memviralkan aktivitas di SPBU tersebut.


Menurut kepolisian, persoalan itulah yang kemudian memancing kemarahan masyarakat sekitar.


“Malam itu, mereka mengancam memviralkan. Massa perusakan marah karena pemberitaan, padahal tidak ada pelansiran BBM,” ujar Irwan.


Polisi menyebut massa yang berada di lokasi merupakan masyarakat sekitar yang sedang melakukan pengisian BBM.


Ketegangan yang awalnya berkaitan dengan persoalan pemberitaan akhirnya berubah menjadi aksi massa. Mobil yang membawa keempat pria tersebut menjadi sasaran perusakan.


Peristiwa itu kemudian direkam dan videonya beredar luas, sehingga memunculkan beragam reaksi di tengah masyarakat.


Polisi Amankan Empat Pria


Setelah kejadian, keempat pria tersebut diamankan dan dibawa ke Polres Sijunjung.


Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi pada malam tersebut.


Polisi tidak hanya mendalami dugaan tindakan yang dilakukan keempat pria itu, tetapi juga akan mengurai aksi massa yang berujung pada perusakan kendaraan.


Dengan demikian, penyidik perlu memastikan seluruh rangkaian peristiwa berdasarkan fakta dan keterangan para pihak, mulai dari kedatangan keempat pria ke SPBU, persoalan pemberitaan pelansiran BBM, dugaan ancaman untuk memviralkan informasi, hingga pecahnya aksi massa.


“Keempatnya sudah diamankan di Polres Sijunjung untuk dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Irwan.


Polemik yang Berujung Benturan


Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan penting.


Apa sebenarnya yang terjadi di SPBU sebelum massa berkumpul? Benarkah terdapat aktivitas pelansiran BBM sebagaimana yang dipersoalkan? Apa dasar pemberitaan yang selama ini disebut telah berulang kali menyinggung persoalan tersebut? Dan apa yang memicu masyarakat hingga akhirnya melakukan perusakan terhadap kendaraan?


Semua pertanyaan itu kini berada dalam proses pendalaman polisi.


Yang jelas, perkara tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah polemik informasi dapat berubah menjadi konflik terbuka ketika tidak diselesaikan melalui jalur yang semestinya.


Jika terdapat dugaan pelanggaran di sebuah SPBU, temuan seharusnya dapat diverifikasi dan dilaporkan melalui mekanisme hukum. Begitu pula jika ada pihak yang merasa dirugikan oleh sebuah pemberitaan, keberatan dapat disampaikan melalui mekanisme yang berlaku.


Sebaliknya, kemarahan massa yang berujung pada perusakan kendaraan juga bukan penyelesaian yang dapat dibenarkan.


Polisi Dituntut Bongkar Kasus Secara Terang


Peristiwa di Sijunjung ini kini bukan sekadar soal sebuah mobil yang rusak. Ada rangkaian persoalan yang harus diurai secara objektif agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.


Polisi memiliki pekerjaan penting untuk memastikan siapa melakukan apa, kapan tindakan tersebut terjadi, apa motifnya, serta apakah terdapat unsur pidana dalam setiap tindakan yang dilakukan para pihak.


Status sebagai orang yang mengaku wartawan juga perlu diverifikasi, termasuk aktivitas mereka di lokasi dan tujuan kedatangan mereka. Namun pada saat yang sama, identitas atau profesi seseorang tidak boleh menjadi alasan pembenaran terhadap tindakan kekerasan maupun perusakan.


Hingga pemeriksaan selesai, seluruh pihak tetap harus ditempatkan berdasarkan asas praduga tak bersalah.


Publik kini menunggu hasil penyelidikan Polres Sijunjung untuk menjawab satu hal utama: apa yang sebenarnya terjadi pada dini hari itu hingga persoalan pemberitaan pelansiran BBM berakhir dengan mobil dirusak massa dan empat pria harus diamankan polisi?


(AK)



#Headline #Peristiwa #Daerah #KabupatenSijunjung

×
Berita Terbaru Update