-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perumda Air Minum Kota Padang Bergerak Cepat Pulihkan Kualitas Air Pascabencana, Pengurasan Reservoar IPA Gunung Pangilun Dilakukan Jumat Malam

Rabu, 08 Juli 2026 | Juli 08, 2026 WIB Last Updated 2026-07-08T15:40:07Z

Perumda Air Minum Kota Padang Bergerak Cepat Pulihkan Kualitas Air Pascabencana, Pengurasan Reservoar IPA Gunung Pangilun Dilakukan Jumat Malam



AK47, Padang Komitmen Perumda Air Minum Kota Padang untuk mengembalikan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai langkah perbaikan. Di tengah proses rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun yang rusak akibat banjir bandang, perusahaan kembali melakukan upaya strategis dengan menguras bak reservoar sebagai bagian dari pemeliharaan rutin sekaligus optimalisasi kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.


Pekerjaan pengurasan reservoar dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Selama proses tersebut, IPA Gunung Pangilun akan menghentikan sementara seluruh aktivitas produksi, sehingga distribusi air bersih ke pelanggan di kawasan pusat Kota Padang akan terhenti untuk sementara waktu.


Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Perumda Air Minum Kota Padang dalam menjaga Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas (K3) pelayanan air bersih kepada masyarakat.


Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan bahwa pengurasan reservoar bukan sekadar pekerjaan rutin, tetapi merupakan tahapan penting untuk memastikan air yang diterima pelanggan tetap memiliki kualitas terbaik.

 

"Reservoar merupakan titik akhir sebelum air didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan. Seiring waktu akan terjadi endapan lumpur maupun partikel halus yang terbawa dari proses pengolahan. Karena itu, pembersihan harus dilakukan secara berkala agar kualitas air tetap terjaga. Ini adalah investasi pelayanan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.


Di sisi lain, Adhie juga menanggapi berbagai keluhan masyarakat mengenai kondisi air yang masih terlihat keruh di sejumlah wilayah pusat Kota Padang.


Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak yang masih dirasakan pascabanjir bandang yang menghantam kawasan hulu Sungai Batang Kuranji dan merusak sejumlah fasilitas utama IPA Gunung Pangilun.


Ia menjelaskan, sebelum bencana, instalasi tersebut mampu memproduksi sekitar 500 liter air per detik. Namun kerusakan pada sejumlah unit pengolahan menyebabkan kapasitas produksi belum dapat kembali normal.


Tidak hanya itu, karakteristik air baku Sungai Batang Kuranji juga mengalami perubahan signifikan akibat tingginya material lumpur, pasir, dan sedimen yang terbawa arus banjir. Kondisi tersebut membuat proses pengolahan air menjadi jauh lebih kompleks dibandingkan sebelum bencana.


"Kami memahami kekecewaan masyarakat dan kami tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi. Karena itu, atas nama Perumda Air Minum Kota Padang kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Keluhan masyarakat menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih keras memperbaiki pelayanan," kata Adhie.


Meski air di beberapa lokasi masih terlihat keruh, Adhie menegaskan bahwa seluruh proses produksi tetap dilaksanakan sesuai standar operasional dan ketentuan yang berlaku.


"Yang perlu dipahami masyarakat, perubahan warna atau tingkat kekeruhan tidak berarti air tersebut tidak aman. Seluruh proses pengolahan tetap kami lakukan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, sehingga kualitas air yang didistribusikan tetap memenuhi persyaratan kesehatan. Kami tidak pernah mengabaikan aspek keamanan air yang diterima pelanggan," tegasnya.


Saat ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi IPA Gunung Pangilun masih terus berlangsung secara bertahap oleh pemerintah melalui PT Hutama Karya. Perbaikan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kapasitas produksi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Padang.


Adhie menegaskan bahwa pengurasan reservoar yang dilakukan pekan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya mempercepat pemulihan tersebut.


"Kami tidak ingin hanya memperbaiki kerusakan fisik instalasi, tetapi juga memastikan kualitas air yang sampai ke rumah pelanggan semakin baik. Karena itu, seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan. Kami optimistis, seiring selesainya proses rehabilitasi, kualitas pelayanan akan kembali optimal bahkan lebih baik," ujarnya.


Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau masyarakat untuk menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai, menggunakan air secara bijak selama penghentian distribusi berlangsung, serta tidak khawatir apabila pada saat aliran kembali normal air tampak sedikit keruh. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses normalisasi jaringan dan umumnya akan kembali jernih setelah air dialirkan selama beberapa menit.


Di akhir keterangannya, Adhie berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan merupakan investasi pelayanan jangka panjang demi menghadirkan layanan air bersih yang semakin andal.


"Kami sadar pelayanan terbaik adalah harapan seluruh pelanggan. Karena itu kami memilih untuk terus bekerja, berbenah, dan mempercepat pemulihan. Kami memohon doa, dukungan, dan pengertian masyarakat agar seluruh proses rehabilitasi dapat berjalan lancar sehingga pelayanan air bersih di Kota Padang kembali maksimal," pungkasnya.


Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan, Perumda Air Minum Kota Padang membuka layanan melalui Call Center 1500030 atau WA Center 0811669123.


(AK)


#PerumdaAirMinum #Padang #Headline #Daerah

×
Berita Terbaru Update