
Prabowo "Sapu Bersih" Pimpinan BGN, Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Dicopot Setelah Evaluasi Ketat Program MBG
AK47, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan merombak jajaran pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam satu keputusan sekaligus, Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Letjen (Purn.) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn.) Sony Sonjaya, resmi dicopot dari jabatannya.
Perombakan besar ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026). Jabatan Kepala BGN yang ditinggalkan Dadan kini dipercayakan kepada Nanik S. Deyang.
Pergantian tiga petinggi BGN tersebut bukan tanpa alasan. Presiden Prabowo disebut telah melakukan pemantauan dan evaluasi intensif selama sekitar satu setengah tahun terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan yang menjadi salah satu wajah utama pemerintahannya.
"Selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan yang menjadi bahan pertimbangan Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini. Harapannya, berbagai catatan tersebut dapat segera diperbaiki," ujar Prasetyo Hadi.
Dari hasil evaluasi itu, pemerintah menemukan sejumlah persoalan yang dinilai cukup serius. Mulai dari lemahnya disiplin dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi yang belum optimal, hingga pengawasan kualitas makanan yang menjadi jantung Program Makan Bergizi Gratis.
Meski tidak merinci bentuk pelanggaran yang terjadi, Prasetyo menegaskan bahwa berbagai catatan tersebut menjadi dasar utama Presiden mengambil keputusan melakukan pergantian kepemimpinan di tubuh BGN.
Pencopotan tiga pejabat sekaligus ini menjadi pesan keras dari Presiden Prabowo kepada seluruh jajaran kabinet dan lembaga negara: program strategis nasional tidak boleh dikelola secara biasa-biasa saja. Kinerja, disiplin, tata kelola, dan kualitas pelayanan menjadi ukuran utama yang akan terus dievaluasi.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Prabowo tidak segan melakukan pergantian pejabat, bahkan di lembaga yang mengelola program prioritas pemerintah, apabila hasil evaluasi menunjukkan perlunya pembenahan serius.
Dengan masuknya kepemimpinan baru, publik kini menanti apakah Badan Gizi Nasional mampu menjawab berbagai catatan evaluasi tersebut dan mengembalikan kepercayaan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan anak Indonesia.
(AK)
#Nasional #Headline #BadanGiziNasional #MakanBergiziGratis