Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SKANDAL DUGAAN PULUHAN MILIAR DI BANK NAGARI SIBERUT: SIAPA BERMAIN, SIAPA DILINDUNGI?

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T04:23:59Z

Ketua DPW Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Sumatera Barat, Roni



AK47, Sumatera Barat - Aroma busuk dugaan tindak pidana perbankan di Bank Nagari KCP Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, kini tak lagi bisa ditutup-tutupi. Isu yang beredar menyebut adanya dugaan rekayasa dana nasabah oleh oknum internal dengan nilai mencengangkan puluhan miliar rupiah.


Kasus ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Jika benar, ini adalah pukulan telak bagi kepercayaan publik terhadap perbankan daerah. Lebih dari itu, publik mulai mempertanyakan: mengapa kasus sebesar ini terkesan berjalan di tempat?


Laporan telah masuk ke Polda Sumatera Barat sejak Agustus 2025. Namun hingga kini, belum ada perkembangan yang benar-benar terang benderang. Kondisi ini memantik kecurigaan luas apakah ada kekuatan yang mencoba menahan laju pengusutan?


Ketua DPW Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Sumatera Barat, Roni, melontarkan peringatan keras. Ia menilai lambannya penanganan justru membuka ruang spekulasi liar di tengah masyarakat.


“Ini bukan lagi soal dugaan semata. Ini soal keberanian aparat menegakkan hukum. Jangan sampai publik menilai ada yang sengaja dilindungi,” tegasnya.


Roni menuntut agar aparat bergerak cepat, transparan, dan tanpa kompromi. Menurutnya, setiap pihak yang terlibat siapa pun dia harus diproses secara hukum.


Dukungan penuh datang dari tingkat pusat. Ketua Umum DPN REPRO, Hotmian Siregar, bahkan telah mengeluarkan Surat Tugas Khusus untuk mengawal ketat kasus ini hingga tuntas.


Relawan diminta turun langsung mengumpulkan data, menelusuri dugaan penyimpangan, dan memastikan tidak ada celah bagi praktik “main mata” dalam proses hukum.


“Kalau benar ada permainan, bongkar sampai ke akar. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” ujar Hotmian.


Ia juga menegaskan bahwa di era kepemimpinan Prabowo Subianto, praktik mafia anggaran dan penyalahgunaan jabatan harus diberantas tanpa pandang bulu.


Kini sorotan publik tertuju tajam pada aparat penegak hukum. Kasus ini menjadi ujian nyata: apakah hukum benar-benar tajam ke atas, atau hanya berani ke bawah?


Jika penanganan terus berlarut tanpa kejelasan, bukan hanya citra institusi yang dipertaruhkan tetapi juga kepercayaan masyarakat yang bisa runtuh kapan saja.


Satu hal yang pasti, publik tidak akan diam. Tekanan terus menguat. Dan pertanyaan besar itu masih menggantung:


Siapa yang bermain di balik dugaan skandal ini dan siapa yang berusaha menutupinya?


(AK)


#Perbankan #BankNagari #Penipuan #Headline

×
Berita Terbaru Update