
Sempat Diamankan, 101 Terduga Penyusup Demo Buruh Dipulangkan Polisi Buru Dalang dan Aliran Dana
AK47, JAKARTA – Drama di balik peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di ibu kota mulai terkuak. Sebanyak 101 orang yang sebelumnya diamankan karena diduga hendak menyusup ke dalam aksi buruh di kawasan Monas dan Gedung DPR RI, kini telah dipulangkan. Namun, kasusnya belum berakhir polisi justru tengah memburu aktor utama yang diduga berada di balik skenario besar tersebut.
Kepastian pemulangan disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Ia menegaskan, seluruh orang yang diamankan telah kembali ke rumah masing-masing dengan dijemput keluarga dan didampingi LBH Jakarta.
“Semalam mereka sudah pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Bukan Sekadar Diamankan: Ada Dugaan Skenario Besar
Di balik pemulangan itu, tersimpan fakta yang jauh lebih serius. Aparat dari Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman intensif terhadap barang bukti yang ditemukan mulai dari selebaran, alat komunikasi, hingga dokumen yang disebut sebagai “rundown aksi”.
Menurut Budi, penyelidikan kini mengarah pada sosok yang diduga menjadi otak sekaligus penyandang dana.
“Pendalaman terus dilakukan, termasuk terkait siapa aktor utama dan sumber pendanaan,” tegasnya.
Terendus Sejak Dini: Polisi Cium Gerakan Mencurigakan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkap bahwa indikasi penyusupan sebenarnya sudah terdeteksi sebelum aksi berlangsung.
Di tengah semangat buruh memperjuangkan hak, muncul kelompok yang diduga ingin “menunggangi” situasi.
“Ada upaya-upaya provokatif dan destruktif yang ingin mencoreng marwah demokrasi,” ungkapnya.
Barang Bukti: Dari Molotov hingga Senjata Tajam
Yang membuat publik terhenyak, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga kuat akan digunakan untuk memicu kerusuhan, di antaranya:
- Botol kaca dan kain pemicu (indikasi bom molotov)
- Bahan bakar jenis bensin
- Paku beton untuk merusak fasilitas
- Ketapel lengkap dengan gotri
- Sejumlah senjata tajam
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aksi yang direncanakan bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan berpotensi berubah menjadi kerusuhan terorganisir.
Terbongkar: “Rundown Kerusuhan” yang Tersusun Rapi
Fakta paling mencengangkan adalah ditemukannya dokumen berisi rencana aksi yang tersusun sistematis layaknya agenda acara resmi.
Mulai dari waktu pelaksanaan, titik kumpul, pola pergerakan, hingga strategi mundur telah dipetakan secara detail.
“Per jam mereka sudah siapkan kapan mulai bergerak, menyerang, hingga ke mana harus kembali,” beber Iman.
Tak hanya itu, polisi juga mengamankan alat komunikasi dan sejumlah uang yang diduga akan dibagikan kepada peserta sebagai “imbalan”.
Diduga Ada Skenario Adu Domba Buruh
Lebih jauh, hasil penyelidikan sementara mengindikasikan adanya upaya untuk memecah belah kekuatan buruh dari dalam.
Kelompok ini diduga berencana menyusup dan memicu konflik antar elemen serikat pekerja.
“Mereka ingin mengadu domba antar serikat buruh saat aksi berlangsung,” kata Iman.
Langkah Cepat Polisi: Cegah Sebelum Terjadi
Penangkapan terhadap 101 orang tersebut disebut sebagai langkah preventif—menghentikan potensi kerusuhan sebelum benar-benar pecah.
Meski telah dipulangkan, polisi tetap menggali keterangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk motif dan siapa yang berada di balik layar.
May Day Tetap Damai, Tapi Ancaman Nyata
Terlepas dari dugaan skenario tersebut, secara umum peringatan May Day di Jakarta berlangsung aman dan kondusif. Ribuan buruh tetap menyuarakan aspirasi mereka secara damai.
Namun, terbongkarnya dugaan penyusupan ini menjadi alarm keras: di balik aksi massa yang besar, selalu ada potensi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.
Kini, perhatian publik tertuju pada satu hal siapa dalang sebenarnya di balik rencana ini, dan sejauh mana jaringan tersebut bekerja?
Polda Metro Jaya memastikan: perburuan belum selesai.
(AK)
#Demonstrasi #HariBuruh #Nasional #Headline