
Polisi Amankan 101 Orang Diduga Penyusup, KSPI dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat Tegaskan Tidak Ada Anggota yang Terlibat
AK47, Jakarta - Jakarta menjadi lautan massa pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. Ribuan buruh memadati kawasan Monas hingga Gedung DPR, membawa tuntutan dan harapan. Namun di balik aksi yang berlangsung damai, terselip ketegangan: aparat mengamankan 101 orang yang diduga hendak memicu kerusuhan.
Di tengah kabar tersebut, organisasi buruh langsung angkat bicara menegaskan satu hal penting: tidak ada anggotanya yang ditangkap.
Ketua Umum Federasi Perjuangan Buruh Indonesia, Herman Susanto, memastikan seluruh barisan buruh tetap utuh.
“Untuk anggota kita aman semua,” tegasnya.
Ia juga menyebut seluruh elemen dalam aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat tidak melaporkan adanya penahanan.
Senada, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia melalui Wakil Presidennya, Kahar S Cahyono, menegaskan:
“Tidak ada dari KSPI yang ditangkap.”
Deteksi Dini Polisi: Ada Dugaan Upaya Rusuh di Balik Aksi
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengungkap sisi lain dari peristiwa tersebut. Aparat mengklaim telah mendeteksi pergerakan kelompok yang diduga ingin menyusup ke dalam aksi buruh.
Direktur Reserse Kriminal Umum, Iman Imanuddin, menyebut ada indikasi kuat upaya provokasi.
“Ada kelompok anarkis yang berupaya menyusup dan mencoreng marwah demokrasi,” ungkapnya.
Dari operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang mencurigakan: botol kosong, kain sumbu, bahan bakar, hingga benda-benda yang berpotensi dirakit menjadi bom molotov. Tak hanya itu, ditemukan pula paku beton, ketapel, dan senjata tajam.
101 Orang Diamankan… Lalu Dipulangkan
Meski sempat diamankan dan diperiksa intensif, seluruh 101 orang tersebut akhirnya dipulangkan pada malam harinya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan mereka kembali ke rumah masing-masing dengan penjemputan keluarga dan pendampingan LBH Jakarta.
“Semua sudah dipulangkan semalam,” ujarnya.
Namun, proses hukum belum sepenuhnya selesai. Polisi masih mendalami barang bukti, termasuk selebaran rencana aksi dan dugaan adanya aktor intelektual maupun penyandang dana di balik upaya tersebut.
Di Antara Semangat dan Ancaman
Peristiwa ini menggambarkan dua wajah May Day di Jakarta:
di satu sisi, semangat buruh yang solid dan tertib;
di sisi lain, bayang-bayang gangguan yang berpotensi memicu kekacauan.
Bagi kalangan buruh, pesan yang ingin ditegaskan jelas: aksi mereka tetap damai dan tidak terlibat dalam kerusuhan.
Sementara bagi aparat, kewaspadaan tetap menjadi prioritas karena di tengah kerumunan besar, satu percikan kecil bisa berubah menjadi api besar.
(AK)
#HariBuruh #Nasional #Demontrasi #Headline