
Luhut Sampai Minta Maaf ke Investor Global: Pasar Bergejolak, Kepercayaan Mulai Goyang?
AK47, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membuat pengakuan mengejutkan saat bertemu investor global dan perusahaan pengelola aset raksasa di Singapura. Di tengah tekanan ekonomi dan gejolak pasar, orang dekat kekuasaan itu bahkan sampai menyampaikan permintaan maaf kepada para investor internasional.
“Dan saya juga meminta maaf jika mungkin sebagian dari Anda merasakan dampak negatif akibat situasi ini,” kata Luhut, Kamis (21/5/2026).
Pernyataan itu langsung memantik perhatian karena jarang pejabat level tinggi Indonesia secara terbuka meminta maaf di hadapan investor asing. Apalagi, pernyataan tersebut muncul ketika pasar sedang dihantui pelemahan nilai tukar, tingginya suku bunga global, serta tensi geopolitik dunia yang makin panas.
Di forum tertutup itu, investor global disebut terang-terangan menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi pasar dan arah ekonomi ke depan. Fluktuasi rupiah, arus modal keluar, hingga ketidakpastian global menjadi sorotan utama.
Meski demikian, Luhut berusaha meyakinkan investor bahwa ekonomi Indonesia belum berada di titik bahaya. Ia mengklaim pertumbuhan ekonomi masih berada di angka 5,61 persen dengan inflasi terkendali sekitar 2,4 persen.
“Ekonomi Indonesia masih cukup kuat dibandingkan beberapa negara lain,” ujarnya.
Namun Luhut juga mengakui satu hal penting: fundamental ekonomi saja ternyata tidak cukup untuk membuat pasar tenang. Investor, kata dia, kini lebih melihat soal kepercayaan dan kepastian kebijakan pemerintah.
“Pasar juga menilai aspek kepercayaan dan kepastian,” tulis Luhut lewat akun Instagram pribadinya.
Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah mulai menyadari kegelisahan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi nasional di tengah tekanan global yang belum reda.
Luhut pun menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjaga disiplin fiskal dan mempertahankan defisit APBN tetap di bawah 3 persen PDB.
“Kredibilitas fiskal adalah aset berharga yang tidak akan kami pertaruhkan,” tegasnya.
Kunjungan ke Singapura ini dianggap bukan sekadar agenda biasa. Di tengah meningkatnya kekhawatiran investor global, pemerintah tampak mulai bergerak langsung untuk menjaga kepercayaan pasar agar modal asing tidak terus keluar dari Indonesia.
(AK)
#Ekonomi #Headline #LuhutBinsarPandjaitan