
Blackout Lumpuhkan Sumatra, AHY Desak PLN Bongkar Penyebab Utama Pemadaman Massal
AK47, Jakarta - Pulau Sumatra mendadak gelap gulita pada Jumat malam (22/5/2026). Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah membuat aktivitas masyarakat lumpuh, memicu kepanikan, hingga mengganggu layanan publik dan roda ekonomi. Insiden besar ini langsung mendapat sorotan tajam dari pemerintah pusat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara tegas meminta PT PLN segera membongkar penyebab utama blackout yang mengguncang sistem kelistrikan Sumatra tersebut.
AHY menilai gangguan listrik berskala besar seperti ini tidak bisa dianggap persoalan biasa. Pasalnya, listrik merupakan urat nadi kehidupan masyarakat modern dan menjadi fondasi utama pelayanan publik.
“Intinya kita, saya sedang mengikuti juga ya. Tentu PLN, kita ingin cek seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatra,” kata AHY usai menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Munas Ikastara) di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).
Menurut AHY, pemerintah tidak ingin gangguan serupa terus berulang tanpa evaluasi menyeluruh. Ia menegaskan investigasi harus dilakukan secara serius dan transparan agar publik mengetahui akar persoalan sebenarnya.
“Kita harus memastikan pelayanan publik yang paling mendasar di antaranya listrik ini juga selalu tersedia. Dan saya rasa sedang diinvestigasi ya apa permasalahan utamanya,” ujarnya.
Blackout yang terjadi sekitar pukul 18.44 WIB itu langsung memukul aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Jalanan gelap, lampu lalu lintas mati, pusat perbelanjaan terganggu, jaringan komunikasi sempat melemah, hingga aktivitas usaha masyarakat ikut terhambat.
Di sejumlah wilayah, warga terpaksa menggunakan penerangan seadanya. Banyak pelaku usaha mengeluhkan kerugian akibat operasional terganggu pada jam-jam sibuk malam akhir pekan. Tidak sedikit pula masyarakat yang mempertanyakan ketahanan sistem kelistrikan nasional setelah blackout besar kembali terjadi.
PLN mengungkapkan gangguan diduga bermula dari sistem transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang terdampak cuaca buruk. Namun hingga kini penyebab pasti masih dalam proses investigasi mendalam.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan seluruh personel dikerahkan penuh untuk memulihkan pasokan listrik di Sumatra.
“Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 8.351.670 pelanggan telah kembali mendapat pasokan listrik,” kata Darmawan dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
PLN juga menyebut lebih dari 3.192 MW listrik telah kembali tersalurkan dari total gangguan sebesar 5.334 MW. Sementara 157 dari 176 gardu induk yang sempat terdampak kini sudah kembali beroperasi.
Meski pemulihan terus berlangsung, blackout ini meninggalkan pertanyaan besar terkait keandalan sistem interkoneksi listrik Sumatra. Banyak pihak menilai gangguan sebesar ini menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap sistem transmisi nasional, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Insiden tersebut sekaligus menjadi alarm keras bagi sektor energi nasional. Ketika satu gangguan transmisi mampu memicu lumpuhnya pasokan listrik di banyak wilayah, publik menuntut adanya penguatan sistem mitigasi dan respons darurat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kini, sorotan tertuju pada hasil investigasi PLN. Publik menunggu jawaban pasti: apakah blackout ini murni akibat faktor cuaca, gangguan teknis, atau ada persoalan lain yang lebih besar di balik lumpuhnya sistem kelistrikan Sumatra.
(AK)
#Headline #Nasional #Blackout #Peristiwa #PLN