
Rumah Karaoke Jadi Ladang Darah, Pemilik Tewas Ditusuk Tanpa Ampun
AK47, Lampung - Aksi kekerasan mengerikan pecah di sebuah rumah karaoke di kawasan eks lokalisasi Pemandangan, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Selasa pagi (31/3/2026). Dua perempuan menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal. Satu korban tewas, sementara satu lainnya terluka dan nyaris meregang nyawa.
Korban tewas adalah Nurma (36), pemilik tempat karaoke tersebut. Ia menghembuskan napas terakhir setelah mengalami luka tusuk. Sementara rekannya, Dian Anggraini alias Yola (36), yang bekerja sebagai pemandu lagu, selamat meski mengalami luka serius dan sempat mendapatkan perawatan medis.
Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, memastikan kejadian ini dan menyebut polisi langsung turun ke lokasi begitu laporan diterima.
“Petugas sudah ke TKP. Benar ada penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” tegasnya.
TKP Mencekam: Darah Berserakan Hingga ke Jalan
Rumah berwarna biru di Jalan Teluk Tomini itu berubah menjadi saksi bisu kekejaman. Jejak darah ditemukan tidak hanya di dalam ruangan, tetapi juga menjalar hingga ke teras dan jalan depan rumah. Situasi ini mengindikasikan korban sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya tumbang.
Dugaan sementara, aksi ini dilakukan oleh dua pria misterius yang hingga kini masih buron. Motifnya masih gelap.namun kuat dugaan berkaitan dengan konflik atau persoalan internal di lokasi hiburan tersebut.
CCTV Disisir, Saksi Diperiksa
Polisi kini bergerak cepat. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi tengah diburu untuk membuka tabir kejadian. Sejumlah saksi, termasuk pekerja dan petugas keamanan, sudah dimintai keterangan.
Dari hasil olah TKP, aparat mengamankan sejumlah barang bukti seperti:
- Ponsel milik korban
- Jaket pink
- Celana pendek cokelat
- Dua kaus
- Celana panjang hitam
Barang-barang ini diyakini berkaitan dengan pelaku maupun kronologi kejadian.
Pelaku Diburu, Warga Diminta Waspada
Polisi masih memburu dua pelaku yang kini menjadi target utama penyelidikan. Masyarakat diminta tidak diam jika mengetahui informasi sekecil apa pun.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bahwa kekerasan bisa meledak kapan saja, bahkan di pagi hari saat banyak orang lengah. Keamanan di tempat hiburan kembali dipertanyakan, sementara satu nyawa telah melayang dalam tragedi berdarah ini.
(AK)
#Kriminal #Penganiayaan