Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PREDATOR BERSERAGAM: Kasi Keuangan Polres Padangsidimpuan Rampok Gaji Anggota, Rp 10,2 Miliar Lenyap!

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-07T10:05:30Z

Ilustrasi 



AK47, Padang Sidempuan - Skandal ini bukan sekadar aib ini luka dalam yang menganga di tubuh kepolisian. Di Padangsidimpuan, seorang aparat yang diberi amanah justru berubah menjadi “perampok berdasi” bagi rekan-rekannya sendiri.


Adalah Risdianto Lubis, sosok yang seharusnya menjaga hak finansial anggota, malah diduga menjadi otak kejahatan keuangan yang menjerat 34 polisi dalam kubangan utang. Total kerugian? Bukan angka kecil Rp 10,2 miliar raib tanpa jejak di tangan pelaku.


Kapolres Padangsidimpuan, Wira Prayatna, mengungkap praktik ini berlangsung senyap namun sistematis sejak 2021 hingga 2025. Empat tahun cukup lama untuk menghancurkan puluhan kehidupan dari dalam institusi sendiri.


Modus Busuk: Janji Manis, Ujungnya Jerat Maut


Dengan kedok investasi pabrik arang, pelaku menebar janji palsu. Setiap anggota yang menyerahkan SK diiming-imingi Rp 30 juta. Namun itu hanyalah umpan untuk menjebak.


Di balik layar, tanda tangan pimpinan dipalsukan, prosedur dilangkahi, dan dokumen dimanipulasi. Pinjaman bank pun cair tapi bukan untuk korban.


Uang miliaran rupiah itu justru mengalir ke kantong pelaku. Sementara para anggota? Mereka hanya menerima kenyataan pahit: gaji dipotong habis-habisan tiap bulan oleh bank.


Gaji Habis, Hidup Nyaris Lumpuh


Dampaknya bukan sekadar kerugian materi ini kehancuran hidup.


Istri anggota, Mariana Malau, hanya bisa pasrah saat gaji suaminya tersisa Rp 300 ribu per bulan. Angka yang bahkan tak cukup untuk kebutuhan dasar.


Lebih memilukan lagi, Norma Siahaan kini harus banting tulang menjadi buruh cuci. Dari gaji suami Rp 5,7 juta, kini tinggal Rp 700 ribu setelah dipotong bank.


Tak ada lagi kenyamanan. Tak ada lagi kepastian. Yang tersisa hanya perjuangan bertahan hidup.


Dari Penjaga Jadi Pemangsa


Kasus ini menelanjangi sisi gelap yang jarang terlihat: kejahatan yang lahir dari dalam, oleh orang yang seharusnya dipercaya.


Seorang Kasi Keuangan jabatan strategis yang memegang kendali kesejahteraan anggota justru diduga menjadi aktor utama penderitaan mereka.


Ini bukan sekadar pelanggaran. Ini pengkhianatan total.


Dipecat, Tapi Belum Usai


Polres telah menjatuhkan sanksi tegas: Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Namun, Risdianto Lubis belum menyerah ia mengajukan banding yang kini masih bergulir di Propam Polda Sumut.


Pertanyaannya: apakah keadilan akan benar-benar berpihak pada korban?


Tamparan Telak untuk Polri


Skandal ini menjadi peringatan keras. Jika pengkhianatan bisa tumbuh dari dalam, maka yang dipertaruhkan bukan hanya uang melainkan kepercayaan publik terhadap institusi.


Rp 10,2 miliar mungkin bisa dihitung. Tapi kehancuran 34 keluarga? Itu luka yang jauh lebih mahal.


(AK)


#Polri #Hukum #Headline

×
Berita Terbaru Update