Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PETI MENGGILA DI SIJUNJUNG! Lingkungan Rusak, Negara Rugi, Aparat Diminta Jangan Tutup Mata

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T09:57:13Z

 

PETI MENGGILA DI SIJUNJUNG! Lingkungan Rusak, Negara Rugi, Aparat Diminta Jangan Tutup Mata



AK47, SIJUNJUNG — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menggila di sejumlah wilayah di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Kecamatan Kupitan, Koto VII, Sijunjung, IV Nagari, hingga Kamang Baru disebut menjadi titik-titik panas praktik ilegal yang kian meresahkan.


Fenomena ini bukan lagi diam-diam. Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas tambang ilegal justru semakin intens dan terorganisir. Para pelaku dengan leluasa mengeruk emas di lokasi terpencil, memanfaatkan lemahnya pengawasan aparat.


Ironisnya, praktik ini tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga menggunakan alat berat. Bahkan, sebagian aktivitas berlangsung pada malam hari indikasi kuat adanya upaya sistematis untuk menghindari penegakan hukum.


Dampaknya nyata dan mengkhawatirkan. Lingkungan rusak, aliran sungai tercemar, dan ancaman longsor semakin menghantui warga. Kerugian negara dari sektor sumber daya alam pun tak terhindarkan.


“Air sungai sudah mulai keruh, lahan juga rusak. Kami khawatir kalau dibiarkan terus, dampaknya akan semakin besar,” ungkap seorang warga dengan nada cemas.


Tingginya harga emas disebut menjadi pemicu utama maraknya PETI. Namun, faktor ekonomi bukan satu-satunya alasan. Lemahnya pengawasan dan tumpulnya penegakan hukum diduga menjadi celah besar yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.


Lebih mengkhawatirkan lagi, sejumlah sumber menyebut praktik ini tidak berdiri sendiri. Ada dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang hingga kini belum tersentuh hukum. Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran, tapi bentuk pembiaran yang sistemik.


Publik pun mulai bersuara lantang. Aparat penegak hukum didesak untuk tidak lagi setengah hati. Penindakan tegas dan transparan menjadi harga mati jika ingin menghentikan kerusakan yang kian meluas.


Pemerintah daerah juga tak boleh lepas tangan. Solusi konkret, terutama dalam membuka lapangan kerja alternatif, menjadi kunci untuk memutus ketergantungan masyarakat terhadap tambang ilegal.


Jika tidak segera ditindak, bukan hanya lingkungan yang hancur kepercayaan publik terhadap hukum dan pemerintah bisa ikut runtuh.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait langkah konkret penertiban PETI di wilayah Sijunjung.


(AK)


#TambangIlegal #Daerah #PETI #KabupatenSijunjung

×
Berita Terbaru Update