
Pencari Rongsokan Hanyut di Banjir Kanal Jembatan Tamsis Padang, Ditemukan Tak Bernyawa
AK47, PADANG — Nasib tragis menimpa Fajar Saputra (29), seorang pencari barang bekas yang ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di aliran banjir kanal kawasan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Jumat (pagi).
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB, saat korban tengah beraktivitas seperti biasa, menyusuri bendungan banjir kanal di bawah Jembatan Tamsis untuk mencari rongsokan. Namun, nahas, diduga korban terpeleset di permukaan bendungan yang licin, lalu terjatuh ke aliran air dan terseret arus yang cukup deras.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan insiden itu, memicu upaya pencarian oleh tim gabungan. Suasana di lokasi sempat dipenuhi kecemasan, harapan, sekaligus kekhawatiran akan keselamatan korban.
Sekitar dua setengah jam kemudian, tepatnya pukul 10.54 WIB, korban akhirnya ditemukan sejauh kurang lebih 500 meter dari titik awal ia dilaporkan hanyut. Namun, harapan itu sirna. Saat dievakuasi, korban dinyatakan dalam kondisi kode hitam atau telah meninggal dunia.
Jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut.
Diketahui, korban merupakan warga Jalan Tabiang Banda Gadang RT 02 RW 01, Kecamatan Nanggalo. Ia adalah anak dari pasangan Junaidi dan Desmita, yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai buruh harian lepas sekaligus pencari barang bekas.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya yang mengintai di balik aktivitas di aliran banjir kanal, terutama di area bendungan yang licin dan berarus deras. Pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menghindari kejadian serupa.
(AK)
#Peristiwa #Padang #Daerah #Headline