
Dua Petinju Luki Boxing Camp Siap Menggebrak Kejurda Pertina Sumbar 2026, Bawa Ambisi dan Mimpi Besar
AK47, PADANG — Denting bel ring akan segera menggema, dan panasnya persaingan tak terelakkan. Dunia tinju amatir Sumatera Barat bersiap menyaksikan pertarungan sengit dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pertina Sumbar 2026 yang digelar pada 1–4 Mei di Kota Padang.
Di tengah ketatnya persaingan, dua nama muda dari Luki Boxing Camp Padang mencuri perhatian: Abdul Razak dan Rahmad. Keduanya datang bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai penantang serius yang siap menguji batas kemampuan mereka.
Abdul Razak akan turun di kelas 57 kilogram kelas yang dikenal cepat, agresif, dan penuh duel teknik tinggi. Sementara Rahmad siap mengguncang kelas 63 kilogram dengan gaya bertarungnya yang solid dan penuh tenaga. Dua kelas ini dipastikan menjadi magnet utama, dihuni petinju-petinju terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Pembina Luki Boxing Camp, Syafrizal Tojok, menegaskan bahwa persiapan kedua atletnya bukanlah latihan biasa. Mereka ditempa melalui program intensif selama berbulan-bulan mengasah fisik, mempertajam teknik, menyusun strategi, hingga membangun mental baja.
“Ini bukan hanya soal kuat atau cepat. Ini soal kesiapan total fisik, teknik, dan mental. Kami ingin mereka naik ring tanpa ragu,” tegas Syafrizal.
Di balik sarung tinju mereka, tersimpan karakter berbeda yang justru menjadi kekuatan. Razak dikenal dengan kecepatan tangan dan kelincahan footwork yang mampu membongkar pertahanan lawan. Sementara Rahmad hadir sebagai petarung dengan pukulan keras dan stamina yang tak mudah runtuh.
Pelatih Aprizal Tamboresi menyebut, kunci kemenangan ada pada disiplin menjalankan strategi.
“Razak itu cepat dan cerdas membaca celah. Rahmad kuat dan tahan banting. Kalau mereka bisa menjaga ritme dan tetap fokus, peluang mereka sangat terbuka,” ujarnya.
Namun Kejurda ini bukan sekadar perebutan medali. Ini adalah panggung pembuktian. Arena di mana mental diuji, kerja keras dipertaruhkan, dan mimpi mulai dipahat.
Puluhan petinju dari berbagai kabupaten/kota akan turun dengan ambisi yang sama: menang. Dalam situasi seperti ini, satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya. Tidak ada ruang untuk lengah.
Bagi Razak dan Rahmad, setiap pukulan bukan hanya tentang menyerang tetapi tentang membawa nama sasana, kebanggaan Kota Padang, dan harapan untuk menembus level yang lebih tinggi.
“Kami ingin mereka tampil berani, cerdas, dan punya mental juara. Menang itu penting, tapi karakter petarung jauh lebih penting,” tutup Syafrizal.
Kini, semua mata tertuju ke ring.
Saat bel pertama berbunyi, ini bukan lagi sekadar pertandingan ini adalah awal dari perjalanan besar. Sebuah langkah menuju panggung nasional, bahkan dunia.
Dan di sanalah, mimpi mulai dipukul menjadi kenyataan.
(AK)
#Olahraga #Tinju #Boxing