Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

“Disikat Habis? Tidak Lagi!” Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg per Orang

Jumat, 24 April 2026 | April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T08:52:13Z

Menteri Pertanian (Mentan) dan kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaeman sidak penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). (Dok Bapanas)



AK47, Jakarta - Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menjaga keadilan distribusi beras subsidi. Mulai sekarang, pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dibatasi maksimal 25 kilogram per orang atau setara lima karung ukuran 5 kg.


Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Ia memastikan, meski ada pembatasan, harga beras SPHP tidak akan naik.


“SPHP ini adalah alat penyeimbang harga. Jadi tidak ada kenaikan, tetap stabil,” tegas Amran, Jumat (24/4/2026).


Bukan Sekadar Batasan, Tapi Benteng Harga


Di balik kebijakan ini, ada misi besar: melindungi masyarakat dari lonjakan harga dan praktik nakal di pasar.


Selama ini, beras SPHP kerap diborong dalam jumlah besar oleh oknum tertentu, lalu dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Praktik inilah yang ingin dihentikan.


“Kalau tidak dibatasi, bisa saja diborong satu truk, lalu dijual ulang. Ini subsidi negara, harus tepat sasaran,” ujar Amran.


Aturan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 34 Tahun 2026. Tak hanya dibatasi jumlahnya, beras SPHP juga dilarang keras untuk dijual kembali.


Sempat Dikritik, Tapi Tetap Jalan


Kebijakan ini memang tak luput dari kritik. Pengamat komunikasi publik, Hendri Satrio, menilai istilah “pembatasan” bisa menimbulkan persepsi negatif, seolah stok beras terbatas.


Namun pemerintah menepis anggapan tersebut. Justru sebaliknya, pembatasan dilakukan agar semua masyarakat kebagian, bukan hanya segelintir pihak.


Stok Melimpah, Inflasi Makin Jinak


Kabar baiknya, stok beras nasional dalam kondisi sangat aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog bahkan telah menembus lebih dari 5 juta ton.


Tak hanya itu, tekanan inflasi dari beras juga mulai mereda. Data Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi beras pada 2026 hanya berada di level 0,65 persen—turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.


Distribusi Digenjot, Harga Tetap Bersahabat


Penyaluran beras SPHP terus dipacu. Hingga April 2026, distribusi sudah mendekati 140 ribu ton.


Pemerintah pun tetap menjaga harga agar terjangkau:

  • Rp12.500/kg (Jawa dan sekitarnya)
  • Rp13.100/kg (wilayah tertentu)
  • Rp13.500/kg (Indonesia Timur)


Total target penyaluran tahun ini mencapai 828 ribu ton dengan anggaran subsidi Rp4,97 triliun.


Pesan Tegas Pemerintah


Kebijakan ini bukan untuk membatasi kebutuhan masyarakat, melainkan memastikan akses yang adil dan merata.


Di tengah dinamika pasokan pangan, pemerintah ingin memastikan satu hal:
beras murah tetap ada, harga tetap stabil, dan semua masyarakat bisa menikmati.



(AK)


#Nasional #Headline

×
Berita Terbaru Update