
Presiden Prabowo Subianto (Biro Pers Istana)
AK47, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras yang langsung menyasar pihak-pihak yang ingin menggoyang kekuasaannya. Dengan nada tegas tanpa kompromi, ia meminta semua manuver politik di luar jalur konstitusi dihentikan.
“Mau ganti saya? Tunggu 2029!” kata Prabowo lantang dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026).
Bukan sekadar imbauan, pernyataan ini terbaca sebagai peringatan terbuka: demokrasi punya aturan, dan siapa pun yang mencoba melompati proses itu dinilai berpotensi merusak negara.
Sentil Media: Jangan Ikut Mainkan Narasi
Dalam forum itu, Prabowo juga secara langsung menyebut Najwa Shihab. Ia mengingatkan agar tokoh media tidak terseret arus narasi yang menurutnya bisa memperkeruh suasana.
Ia menyinggung soal destabilisasi dan disinformasi yang disebutnya sebagai “permainan” dalam dinamika kekuasaan.
“Harus objektif. Jangan sampai ikut dalam arus yang bikin negara tidak stabil,” tegasnya.
Pesan ini seolah menegaskan bahwa perang opini di ruang publik kini menjadi medan baru yang tak kalah berbahaya dari konflik terbuka.
Bongkar ‘Deep State’: Pejabat Kebal, Berani Lawan Menteri
Bagian paling mengejutkan dari pernyataan Prabowo adalah saat ia mengungkap adanya praktik yang ia sebut sebagai “deep state” di dalam pemerintahan.
Ia blak-blakan menyebut ada pejabat tinggi bahkan setingkat direktur jenderal yang:
- Berani melawan menteri
- Merasa “tak tersentuh”
- Menolak diaudit
“Ada yang merasa untouchable. Kita pecat. Banyak,” ungkapnya tanpa ragu.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya perlawanan dari dalam sistem yang selama ini mungkin tak terlihat publik.
Operasi Senyap Bersih-Bersih BUMN
Tak berhenti di birokrasi, Prabowo juga membuka front besar di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut BUMN sebagai “kebocoran terbesar negara” selama ini.
Langkah bersih-bersih yang ia lakukan disebutnya sebagai pekerjaan berat bahkan bisa jadi penuh risiko politik.
“Ini tidak ringan. Tapi ini tugas saya. Saya bersihkan,” ujarnya.
Tanpa banyak drama, Prabowo menegaskan ia tidak ingin tampil sebagai pemimpin yang mengeluh melainkan bertindak langsung membongkar masalah dari dalam.
Klaim Dukungan Akar Rumput, Warning Keras untuk Lawan
Prabowo juga percaya diri menyebut bahwa dukungan rakyat, khususnya dari lapisan bawah, masih kuat berada di belakangnya.
Namun di saat yang sama, ia melontarkan peringatan keras: jangan coba-coba memicu kerusuhan.
“Kalau tidak suka, silakan. Tapi jangan rusuh. Negara yang rugi,” katanya.
Pernyataan ini seperti garis batas tegas bahwa kritik boleh, oposisi sah, tapi kekacauan bukan pilihan.
Sinyal Keras dari Istana
Pernyataan Prabowo kali ini bukan sekadar respons biasa. Ini adalah sinyal politik yang tajam:
- Ia sadar ada tekanan dan manuver di balik layar
- Ia mengakui ada masalah serius di dalam sistem
- Tapi ia juga menunjukkan tidak akan mundur
Dengan nada yang semakin lugas dan terbuka, Prabowo tampak ingin menyampaikan satu hal:
Pemerintahannya sedang bertarung bukan hanya melawan masalah lama, tapi juga kekuatan dari dalam.
(AK)
#Nasional #Headline #PrabowoSubianto