Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

IRGC Ancam Habisi Netanyahu, Rudal Iran Menggila di Langit Tel Aviv

Minggu, 15 Maret 2026 | Maret 15, 2026 WIB Last Updated 2026-03-15T16:02:26Z




AK47, Iran - Situasi Timur Tengah kembali berada di ambang ledakan besar. Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melontarkan ancaman terbuka dan tanpa kompromi kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.


Dalam pernyataan keras yang dirilis melalui Sepah News, Minggu (15/3/2026), IRGC menyatakan tidak akan berhenti memburu Netanyahu sampai pemimpin Israel itu dilumpuhkan.


“Selama penjahat pembunuh anak itu masih hidup, kami akan terus mengejar dan menghancurkannya dengan seluruh kekuatan kami,” tulis IRGC dalam pernyataan yang bernada perang.


Pernyataan itu mempertegas bahwa konflik antara Iran dan Israel kini semakin terbuka dan berpotensi meledak menjadi perang regional yang lebih luas.


Langit Tel Aviv Diguncang Rentetan Rudal


Ancaman itu bukan sekadar retorika. Militer Israel mengonfirmasi bahwa rentetan rudal kembali ditembakkan dari arah Iran menuju wilayah Israel pada Minggu pagi.


Sirene peringatan udara meraung di seluruh penjuru Tel Aviv, memecah ketenangan kota dan memaksa ribuan warga berhamburan menuju bunker perlindungan.


Ledakan keras terdengar di beberapa titik langit kota, memicu kepanikan massal di tengah warga sipil yang sudah berbulan-bulan hidup di bawah bayang-bayang perang.


Perbatasan Lebanon Meledak


Di saat yang sama, medan tempur juga memanas di perbatasan Lebanon. Kelompok Hezbollah mengklaim pasukannya terlibat bentrokan langsung dengan tentara Israel di kota Khiam pada Sabtu malam (14/3/2026).


Pertempuran berlangsung brutal dengan tembakan senjata ringan, senjata menengah hingga roket berpeluncur yang saling menghujani kedua pihak.


Konflik yang awalnya sporadis kini berubah menjadi pertempuran terbuka di garis perbatasan.


Upaya Negosiasi di Tengah Dentuman Senjata


Di tengah situasi yang semakin mencekam, pemerintah Lebanon berupaya membuka jalur diplomasi untuk menghentikan konflik yang terus membesar.


Seorang pejabat Lebanon mengungkapkan bahwa negaranya tengah menyiapkan delegasi negosiasi dengan Israel. Sejumlah lokasi yang dipertimbangkan untuk perundingan adalah Paris dan Cyprus, meski waktu dan mekanisme pertemuan belum dipastikan.


Namun hingga kini, Israel belum menunjukkan tanda akan menghentikan operasi militernya.


Ratusan Nyawa Melayang

Menteri Luar Negeri Turkey, Hakan Fidan, bahkan memperingatkan bahwa serangan Israel ke Lebanon berpotensi memicu tragedi kemanusiaan besar.


Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan yang berlangsung telah menewaskan 826 orang, termasuk 65 perempuan dan 106 anak-anak, sementara 2.009 orang lainnya mengalami luka-luka.


Dengan rudal terus meluncur, pertempuran darat makin brutal, dan ancaman pembunuhan terhadap pemimpin negara diumbar terang-terangan, Timur Tengah kini berada di titik paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Jika tidak segera dihentikan, konflik ini berpotensi berubah menjadi perang besar yang menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran kekerasan.


(AK)


#Internasional #Iran #Headline

×
Berita Terbaru Update