Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Iran “Kunci” Selat Hormuz, Kapal Sekutu AS Dilarang Lewat Hanya China dan Rusia Diberi Akses

Sabtu, 07 Maret 2026 | Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T10:26:56Z

Ilustrasi 



AK47, TEHERAN — Iran mengambil langkah yang mengguncang geopolitik dan pasar energi dunia dengan menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal dari negara sekutu Amerika Serikat. Dalam kebijakan yang disebut sebagai langkah strategis perang, Teheran hanya memberikan akses khusus kepada kapal milik China dan Rusia untuk melintasi jalur perairan paling vital bagi perdagangan energi global tersebut.


Keputusan keras itu diumumkan pemerintah Iran di tengah memanasnya konflik dengan Israel dan Amerika Serikat yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Penutupan akses ini secara efektif menjadikan Selat Hormuz sebagai “gerbang eksklusif” bagi dua kekuatan besar dunia yang selama ini dianggap berada di sisi Iran.


Dalam pernyataan resmi yang dikutip media internasional Republic World, Sabtu (7/3/2026), Teheran menyebut kebijakan ini sebagai bentuk penghargaan politik terhadap dukungan yang diberikan Beijing dan Moskow selama konflik berlangsung.


“Langkah ini merupakan gestur strategis atas dukungan diplomatik dan ekonomi berkelanjutan dari Beijing dan Moskow sepanjang perang saat ini dengan Israel dan Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran.


Iran juga menegaskan bahwa sikap tegas China dan Rusia di forum internasional  termasuk penolakan mereka terhadap sanksi Barat  menjadi alasan utama kedua negara tersebut mendapatkan hak lintas istimewa di Selat Hormuz.


Langkah ini langsung memicu kekhawatiran global. Selat Hormuz selama ini merupakan jalur transportasi energi paling krusial di dunia, tempat sekitar 20 persen pasokan minyak global mengalir setiap harinya. Jika akses bagi kapal Barat benar-benar diblokir, pasar energi dunia berpotensi mengalami guncangan besar.


Dengan kebijakan ini, Iran bukan hanya menantang Amerika Serikat dan sekutunya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana jalur energi global kini bisa berubah menjadi alat tekanan geopolitik yang sangat kuat di tengah konflik Timur Tengah yang semakin memanas.


(AK)


#Internasional #Iran #SelatHormuz

×
Berita Terbaru Update