
Wawako Padang Maigus Nasir Berikan Tausyiah di Acara Halal Bihalal Perumda Air Minum Kota Padang
AK47, Padang - Hangatnya pagi di awal bulan Syawal itu seakan enggan beranjak. Di sebuah ruangan yang perlahan dipenuhi langkah kaki, halal bihalal keluarga besar Perumda Air Minum Kota Padang, Senin (30/3/2026), tak sekadar menjadi pertemuan tahunan ia menjelma menjadi ruang pulang bagi hati yang lama berjauhan.
Satu per satu wajah hadir dengan senyum yang tak dibuat-buat. Ada pelukan singkat, ada genggaman tangan yang lebih lama dari biasanya. Seolah waktu setahun yang terlewati diganti dalam hitungan menit. Rindu yang selama ini tersimpan, luruh begitu saja di antara sapa yang sederhana.
Di sudut ruangan, percakapan kecil mengalir hangat. Tentang pekerjaan, keluarga, hingga cerita-cerita ringan yang justru terasa paling berharga. Mereka datang dari berbagai penjuru kantor cabang, unit pelayanan, hingga bagian teknis. Sebagian bahkan hanya singgah sejenak, sebelum kembali ke tugas. Sebab di saat yang sama, ada tanggung jawab yang tak bisa ditinggalkan: memastikan air tetap mengalir ke setiap rumah di Kota Padang.
Di luar ruangan itu, ada mereka yang tetap bekerja dalam diam para operator dan petugas lapangan yang memilih menunda kebersamaan demi pelayanan. Dan justru di situlah makna pengabdian menemukan bentuknya yang paling nyata.
Sekitar 250 karyawan hadir, membaur tanpa sekat. Jabatan seolah ditanggalkan. Tak ada lagi batas antara pimpinan dan staf. Semua duduk dalam satu rasa: sebagai keluarga.
Kehadiran Wakil Walikota Padang Maigus Nasir memberi warna tersendiri. Namun bukan sekadar kehadirannya yang terasa, melainkan pesan yang ia titipkan pelan, namun menghunjam.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh insan Perumda Air Minum untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam diri.
“Halal bihalal ini bukan hanya tentang saling memaafkan. Ini tentang membersihkan hati, meluruskan niat, dan kembali menyadari untuk apa kita bekerja,” ujarnya, tenang.
Kalimatnya mengalir, sederhana, namun sarat makna.
“Air yang kita kelola bukan sekadar layanan. Ia adalah kebutuhan dasar. Setiap tetes yang sampai ke rumah warga adalah amanah. Dan amanah itu harus dijaga, dengan hati yang bersih dan tanggung jawab yang utuh.”
Ruangan mendadak hening. Bukan karena suasana menjadi kaku, tetapi karena setiap kata seakan menemukan tempatnya di hati yang mendengar. Tausiyah itu bukan hanya didengar ia dirasakan.
Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menyebut momen ini sebagai titik temu yang penting bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin.
“Setelah Ramadan, kita kembali dengan hati yang diharapkan lebih jernih. Halal bihalal ini menjadi cara kami menyatukan kembali semangat itu. Karena pelayanan yang baik lahir dari kebersamaan yang kuat,” ungkapnya.
Ia tak menampik, di balik suasana hangat yang tercipta, ada dedikasi besar yang sering tak terlihat.
“Ada rekan-rekan kita yang tetap bertugas hari ini. Mereka mungkin tidak hadir di ruangan ini, tapi semangat mereka ada bersama kita. Itu adalah bentuk tanggung jawab yang patut kita hargai bersama.”
Dan benar, halal bihalal itu bukan hanya milik mereka yang hadir, tetapi juga milik mereka yang tetap bekerja dalam sunyi.
Ketika acara mencapai puncaknya, satu per satu orang berdiri. Mereka saling mendekat. Tangan-tangan terulur, saling menggenggam. Ada yang tersenyum lebar, ada pula yang menahan haru. Di balik kata “maaf”, tersimpan kelegaan. Di balik pelukan singkat, ada keikhlasan yang tak terucap.
Momen itu sederhana, namun terasa dalam.
Karena pada akhirnya, halal bihalal bukan hanya tentang tradisi yang diulang setiap tahun. Ia adalah pengingat bahwa dalam setiap tugas besar, ada hati yang harus dijaga. Dalam setiap pelayanan, ada keikhlasan yang harus dirawat.
Dari ruangan itu, mereka tidak hanya membawa pulang kenangan. Mereka membawa sesuatu yang lebih dalam: semangat baru.
Semangat untuk kembali bekerja, bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkan makna. Dengan hati yang lebih bersih. Dengan niat yang lebih lurus. Dan dengan keyakinan bahwa setiap tetes air yang mengalir, adalah bagian dari pengabdian yang tak pernah berhenti.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang