Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tiga Tersangka “Buka Kartu”, Peran Aktif Bahar Smith dalam Penganiayaan Banser Kian Terang

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T13:53:00Z

Habib Bahar Bin Smith 



AK47, JAKARTA – Tabir dugaan penganiayaan terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang mulai tersingkap lebar. Habib Bahar bin Smith, yang semula disebut hanya berada di lokasi kejadian, kini disebut ikut turun tangan langsung memukul korban. Fakta itu tidak hanya datang dari korban, tetapi diperkuat oleh tiga tersangka lain yang merupakan orang-orang terdekatnya.


Kepolisian Polda Metro Jaya secara terbuka menyatakan bahwa posisi Bahar dalam perkara ini bukan sekadar simbolik atau pasif.

 

“Yang bersangkutan ikut melakukan pemukulan. Itu berdasarkan keterangan saksi, korban, dan diperkuat oleh tiga tersangka lain,” tegas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (3/2/2026).


Pernyataan ini sekaligus mematahkan spekulasi yang berkembang di publik bahwa tindakan kekerasan hanya dilakukan oleh pengawal atau orang di sekitar Bahar.


Lingkar Dalam Bicara, Peran Tak Terbantahkan


Menurut kepolisian, ketiga tersangka yang lebih dahulu diamankan bukan orang sembarangan. Mereka adalah bagian dari lingkar dalam Bahar bin Smith, yang berada bersamanya sejak awal acara hingga pascakejadian.

 

“Mereka adalah orang-orang yang berada di sekitar Ustaz Bahar Smith,” ujar Budi singkat namun tegas.


Keterangan dari lingkar terdekat inilah yang menjadi kunci, karena menggambarkan secara rinci apa yang terjadi setelah insiden di depan panggung fase yang selama ini tertutup rapat dari sorotan publik.


Dari Panggung Dakwah ke Ruang Kekerasan


Peristiwa ini bermula pada 21 September 2025, saat tabligh akbar digelar di Cipondoh, Kota Tangerang. Bahar bin Smith tampil sebagai penceramah. Suasana yang seharusnya sarat nilai keagamaan justru berubah menjadi awal rentetan dugaan kekerasan.


Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, menyebut korban bernama Rida, kader Ansor aktif yang dikenal rutin menghadiri pengajian lintas tokoh.

 

“Beliau datang bukan untuk membuat masalah. Datang seperti jamaah lain, ingin bersalaman,” kata Midyani.


Namun niat bersalaman itu berujung petaka. Dari jarak sekitar dua meter, Rida disebut diamankan secara paksa oleh pengawal, diseret di tengah kerumunan, lalu dipukul di area dekat panggung.


Kekerasan Berlanjut, Korban Dibawa ke Rumah Tertutup


Yang membuat kasus ini kian serius, kata Midyani, adalah dugaan penganiayaan lanjutan yang terjadi setelah korban dibawa keluar dari lokasi acara.


Rida dibawa ke sebuah rumah milik salah satu tersangka. Di tempat tertutup itulah, kekerasan disebut terjadi lebih brutal.

 

“Di depan panggung itu dipukul. Tapi di dalam rumah, itu sudah abis-abisan. Dianiaya, dipersekusi, HP dirampas,” ungkap Midyani.


Ia menegaskan, berdasarkan keterangan korban, Bahar bin Smith berada di lokasi dan ikut melakukan penganiayaan.


Polisi Siapkan Pemeriksaan Penentu


Polda Metro Jaya memastikan kasus ini belum selesai. Pemeriksaan lanjutan terhadap Bahar bin Smith dijadwalkan berlangsung Rabu (4/2/2026) pukul 10.00 WIB di Polres Tangerang Kota.


Pemeriksaan ini dipandang sebagai momen penentu untuk:

  • mengonfirmasi peran langsung Bahar,
  • mengurai komando dan hierarki pelaku,
  • serta memastikan apakah ada unsur perampasan dan penyekapan.


Ujian Nyata Penegakan Hukum

Kasus ini bukan sekadar perkara pidana biasa. Ia menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam membuktikan bahwa hukum berlaku sama bagi siapa pun termasuk figur publik dengan pengaruh dan massa.


Sorotan publik kini tertuju pada satu pertanyaan besar:
apakah hukum akan berdiri tegak, atau kembali tunduk pada nama besar?


Polisi menyatakan berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan, sembari menegaskan bahwa seluruh pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum.


(AK)


#Hukum #Banser #HabibBahar #Kriminal #Penganiayaan

×
Berita Terbaru Update