
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal
AK47, Padang – Dua bulan setelah bencana hidrometeorologi melumpuhkan hampir seluruh sistem distribusi air bersih di Kota Padang, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang memastikan layanan telah pulih hingga 99 persen per Jumat (23/1/2026).
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyebut bencana yang terjadi pada akhir November 2025 sebagai salah satu krisis terberat dalam sejarah pengelolaan air bersih di Kota Padang.
“Pada kondisi terburuk, hampir 90 persen wilayah layanan kehilangan pasokan air. Ini bukan gangguan teknis biasa, tetapi krisis sistemik,” kata Hendra.
Pemulihan dilakukan sejak hari pertama pascabencana dengan mengerahkan seluruh sumber daya. Dalam sepekan, layanan berhasil dipulihkan hingga 77 persen, difokuskan pada kawasan padat penduduk, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan wilayah dengan risiko kesehatan tinggi.
Saat ini, wilayah selatan Kota Padang telah pulih sepenuhnya. Namun, di wilayah utara masih terdapat empat kompleks perumahan dengan sekitar 65 unit rumah yang mengalami gangguan akibat kerusakan jaringan pipa berat. Perumda AM menyiapkan suplai alternatif melalui mobil tangki dan pemasangan tedmon.
Sementara itu, di pusat kota, gangguan masih terjadi akibat kerusakan pipa transmisi Gunung Pangilun serta tingginya kekeruhan air baku, yang membatasi kapasitas produksi instalasi pengolahan air.
“Kami tidak akan memaksakan produksi. Air harus aman sebelum dialirkan ke pelanggan,” tegas Hendra.
Selama masa tanggap darurat hingga pemulihan, Perumda AM juga mendistribusikan sekitar 27 juta liter air bersih secara gratis ke kawasan terdampak tanpa melihat status pelanggan. Distribusi dilakukan melalui mobil tangki ke permukiman warga, lokasi pengungsian, rumah ibadah, dan fasilitas umum.
Memasuki musim kemarau, Perumda AM mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan debit air baku. Saat ini, produksi air berada di kisaran 93 persen dari kapasitas maksimal.
“Pompa cadangan sudah kami siapkan untuk mengantisipasi penurunan debit sumber air. Kami tidak ingin pemulihan ini terganggu oleh kemarau,” ujar Hendra.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menjaga kelestarian sungai serta lingkungan.
“Air baku adalah aset bersama. Tanpa kepedulian lingkungan, sistem sekuat apa pun akan rentan,” pungkasnya.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah